BANYUMAS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa lima orang ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas, Kamis (20/8/2026). Salah satu dari lima orang tersebut merupakan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof. Norman Arie Prayoga.
Pemeriksaan berlangsung di gedung Satreskrim Polresta Banyumas sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Rombongan KPK kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 22.45 WIB dengan membawa sejumlah tas yang diduga berisi dokumen.
Selain Norman, KPK juga membawa Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed, Eko Sumanto, yang merupakan aparatur sipil negara (ASN).
Tiga orang lainnya berasal dari luar lingkungan Unsoed. Mereka adalah Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono alias Nono.
Kelima orang tersebut kemudian masuk ke mobil yang telah disiapkan dan dibawa menuju Jakarta. Saat ditanya awak media mengenai keberangkatannya, Norman membenarkan pemeriksaan akan dilanjutkan di Jakarta.
“Mau dilanjutkan ke Jakarta pertanyaannya,” ujar Norman.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsoed, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, yang sebelumnya terlihat keluar masuk gedung pemeriksaan, tidak ikut dibawa KPK ke Jakarta.
Hingga pemeriksaan di Banyumas berakhir, belum ada informasi resmi dari KPK mengenai perkara yang sedang didalami maupun status hukum kelima orang tersebut.
KPK juga belum menjelaskan secara rinci alasan kelima orang itu dibawa ke Jakarta. Pemeriksaan lanjutan disebut akan dilakukan di Jakarta.
Pergerakan KPK di Banyumas ini menjadi perhatian karena melibatkan sejumlah pejabat Unsoed. Publik kini menunggu penjelasan resmi KPK terkait perkara yang sedang ditangani dan hasil pemeriksaan terhadap kelima orang tersebut.

