Lebaran Beda Lagi, Muhammadiyah Ingatkan Kedewasaan Jangan Ikut Hilang

YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Silaturahmi Idulfitri 1447 H di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis, 25 Maret 2026. Acara ini dihadiri sejumlah pimpinan dan tokoh Muhammadiyah, sekaligus menjadi momentum Syawalan.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyampaikan sambutan. Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan tausiyah.

Turut hadir jajaran pimpinan seperti Agung Danarto, Saad Ibrahim, Syafiq Mughni, Syamsul Anwar, dan Irwan Akib. Hadir pula Busyro Muqoddas, Agus Taufiqurrahman, serta Salmah Orbayinah.

Dalam tausiyahnya, Haedar mengapresiasi kedewasaan masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, dalam menyikapi perbedaan Idulfitri 1447 H. Ia menilai perbedaan tersebut adalah dinamika yang justru membuat umat semakin matang.

Namun, Haedar juga menyayangkan adanya pelarangan Salat Id Muhammadiyah di sejumlah daerah. Ia menilai perbedaan seharusnya disikapi secara dewasa, termasuk oleh aparat.

Selain itu, ia menyebut bahwa penetapan Idulfitri yang berbeda tidak hanya dilakukan Muhammadiyah, tetapi juga oleh sejumlah organisasi lain. Di sisi lain, dukungan publik terhadap Muhammadiyah di media sosial dinilai muncul sebagai respons atas tekanan yang terjadi.

Senada, Abdul Mu’ti mendorong warga Muhammadiyah untuk menyampaikan pandangan secara terbuka di ruang publik. Ia menegaskan bahwa perbedaan tidak akan menimbulkan perpecahan jika disampaikan dengan argumen dan dalil yang kuat.

Syawalan ini menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan disikapi dengan kedewasaan dan sikap saling menghargai.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca