Selat Hormuz “Belum Ramah”, Prabowo Suruh Bahlil Keliling Dunia Cari Minyak

Jakarta — Dunia lagi tegang, minyak ikut deg-degan. Di tengah panasnya situasi Timur Tengah, Indonesia ikut kena getahnya. Jalur vital Selat Hormuz yang biasanya jadi “tol laut” minyak dunia, kini tak sepenuhnya bisa diandalkan.

Presiden Prabowo Subianto tampaknya tak mau ambil risiko. Instruksinya jelas, bahkan cenderung lugas: cari minyak ke mana saja. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diminta putar otak, bahkan kalau perlu putar dunia.

Bukan tanpa alasan. Selama ini, sebagian besar impor minyak Indonesia melewati jalur Hormuz. Begitu jalur ini “seret”, efeknya bukan cuma ke tanker di laut, tapi bisa sampai ke SPBU di ujung gang.

Situasinya memang belum sampai krisis, tapi juga bukan sesuatu yang bisa dianggap santai. Pemerintah membaca sinyal ini sebagai alarm dini. Dalam logika sederhana: lebih baik repot sekarang daripada panik belakangan.

Bahlil pun tak punya banyak pilihan selain tancap gas. Diversifikasi jadi kata kunci. Artinya, Indonesia harus mulai melirik lebih banyak negara produsen minyak, dari yang dekat sampai yang mungkin selama ini jarang dilirik.

Di sisi lain, pemerintah mencoba tetap menenangkan publik. Stok BBM disebut masih aman. Tapi kalimat “masih aman” ini, seperti biasa, selalu punya tanda bintang kecil: aman selama situasi global tidak makin memburuk.

Yang menarik, kejadian ini seperti mengingatkan ulang satu hal klasik: ketergantungan impor itu ibarat langganan masalah yang datang berkala. Selama produksi dalam negeri belum benar-benar kuat, Indonesia akan selalu rentan dengan drama global yang sebenarnya terjadi jauh dari sini.

Maka, di balik instruksi Prabowo yang terdengar sederhana “cari minyak ke negara lain” sebenarnya ada pesan yang lebih dalam. Bahwa urusan energi bukan cuma soal beli dan pakai, tapi soal strategi, kedaulatan, dan sedikit keberuntungan di tengah dunia yang makin tak pasti.

Dan untuk saat ini, tugas itu ada di pundak Bahlil. Mau tak mau, suka tidak suka.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca