Yogyakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Muhammad Samsudin, Wakil Ketua V Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Kamis (12/2). Beliau dikenal sebagai kader yang tangguh, penuh amanah, dan berdedikasi tinggi dalam pengabdian kepada persyarikatan.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Muhammadiyah kehilangan kader tangguh yang selama ini mengabdikan diri sepenuh hati untuk persyarikatan,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam pernyataannya.
Haedar menyampaikan bahwa almarhum selalu siap menerima tanggung jawab, termasuk tugas-tugas berat, dengan penuh kesungguhan dan tanpa keluhan. Karakter seperti ini, menurut Haedar, adalah contoh nyata semangat pengabdian dalam organisasi.
Salah satu kenangan penting yang diungkapkan adalah saat Samsudin ditugaskan memimpin Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Kuningan pada masa lalu, ketika akses ke wilayah tersebut masih sulit karena belum ada infrastruktur yang memadai.
Tak hanya dikenal sebagai pekerja keras, almarhum juga memiliki pribadi hangat dan penuh energi positif, sehingga kehadirannya memberi semangat bagi rekan-rekannya di lingkungan persyarikatan.
Haedar menegaskan bahwa keteladanan Samsudin menjadi pelajaran berharga bagi kader Muhammadiyah, terutama dalam hal loyalitas, kesabaran, dan kesediaan mengemban amanah.
Pimpinan Persyarikatan berharap semua amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

