Gebrakan Besar Muhammadiyah Banyumas: 25 PKBM Bergerak Tuntaskan ATS

PURWOKERTO – Gerakan pendidikan nonformal Muhammadiyah di Kabupaten Banyumas memasuki babak baru. Sebanyak 25 PKBM Surya Muhammadiyah yang tersebar di berbagai cabang kini tercatat menaungi 813 murid.

Peluncuran program tersebut ditandai dengan kegiatan Launching MPLS PKBM Surya Muhammadiyah Banyumas yang berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UIN Saizu Purwokerto, Ahad, 9 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan lingkungan belajar sekaligus memperkuat keberadaan PKBM Muhammadiyah sebagai salah satu jalur pendidikan masyarakat.

Di layar utama kegiatan tampak jajaran tokoh yang turut mendukung gerakan pendidikan tersebut, antara lain Ketua PDM Banyumas Drs. H. M. Djohar, M.Pd., Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, serta unsur pimpinan Muhammadiyah dan pendidikan.

Angka 813 murid di 25 PKBM menjadi catatan penting. Sebab, di balik jumlah tersebut terdapat ratusan warga Banyumas yang mendapatkan kesempatan untuk kembali menempuh pendidikan melalui jalur nonformal.

PKBM Surya Muhammadiyah hadir untuk menjangkau masyarakat yang belum memperoleh kesempatan pendidikan melalui jalur sekolah formal. Pendidikan kesetaraan menjadi salah satu pintu yang dapat mengantarkan peserta didik memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhannya.

Bukan Sekadar Angka

Bagi Muhammadiyah, 813 murid bukan sekadar angka administrasi. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan yang fleksibel dan dekat dengan lingkungan tempat tinggal.

Keberadaan 25 PKBM juga memperlihatkan bahwa gerakan pendidikan Muhammadiyah tidak berhenti pada sekolah dan madrasah formal. Muhammadiyah memperluas medan pengabdiannya ke pendidikan masyarakat.

Peluncuran MPLS menjadi langkah awal untuk membangun suasana belajar, memperkenalkan program, serta menanamkan nilai dan budaya pendidikan kepada para peserta didik PKBM Surya Muhammadiyah.

Gerakan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Muhammadiyah Banyumas dalam ikut menjawab persoalan anak tidak sekolah (ATS) dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.

Dengan jaringan yang mencapai 25 PKBM dan jumlah peserta didik mencapai 813 orang, Muhammadiyah Banyumas kini memiliki modal sosial yang besar untuk mengembangkan pendidikan nonformal.

Dua puluh lima PKBM. Delapan ratus tiga belas murid. Satu semangat yang sama: memastikan kesempatan belajar tetap terbuka bagi masyarakat Banyumas.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca