SURAKARTA — Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta, Jawa Tengah, menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026-2030. Monica terpilih setelah proses pemilihan pimpinan pusat dalam forum muktamar yang menjadi momentum pergantian kepemimpinan organisasi perempuan muda Muhammadiyah tersebut.
Penetapan Monica menandai babak baru kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah untuk empat tahun mendatang. Ia menggantikan Ariati Dina Puspitasari, yang memimpin PPNA periode 2022-2026.
Monica bukan nama baru dalam tubuh Nasyiatul Aisyiyah. Sebelum terpilih sebagai ketua umum, ia menjabat Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah periode 2022-2026. Ia juga tercatat sebagai Ketua Departemen Advokasi Sosial PPNA periode 2022-2026.
Perempuan berusia 30 tahun itu juga dikenal sebagai pendiri Komunitas Ruang Belajar Perempuan. Ia memiliki ketertarikan pada pemberdayaan komunitas, penelitian, dan pendidikan. Saat ini Monica berdomisili di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mendapat Suara Tertinggi
Terpilihnya Monica tidak datang secara tiba-tiba. Dalam pemilihan 39 calon tetap Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030, Monica memperoleh 725 suara, sekaligus menempatkannya sebagai peraih suara tertinggi.
Hasil tersebut kemudian mengantarkan Monica menjadi Ketua Umum PPNA periode 2026-2030.
Proses pemilihan berlangsung dalam rangkaian Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta. Sebelumnya, PPNA telah menjalani rangkaian persiapan konstitusional melalui Sidang Pra Muktamar yang digelar pada Juli 2026. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi kepemimpinan sekaligus persiapan menentukan arah gerakan organisasi untuk periode berikutnya.
Muktamar ini sekaligus menjadi titik penting regenerasi kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah. Organisasi yang menghimpun perempuan muda Muhammadiyah itu menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari penguatan kaderisasi, pemberdayaan perempuan, pendidikan, advokasi sosial, hingga adaptasi terhadap perubahan teknologi dan kehidupan masyarakat.
Dari Jawa Tengah ke Panggung Nasional
Pengalaman Monica memimpin PWNA Jawa Tengah menjadi salah satu modal penting ketika kini ia dipercaya memimpin organisasi di tingkat nasional.
Selama berada di jajaran PPNA periode sebelumnya, Monica juga terlibat dalam bidang advokasi sosial. Pengalaman tersebut memberikan pijakan bagi kepemimpinan baru PPNA untuk memperkuat peran Nasyiatul Aisyiyah dalam isu-isu perempuan, keluarga, pendidikan, dan persoalan sosial kemasyarakatan.
Pergantian kepemimpinan ini berlangsung ketika Nasyiatul Aisyiyah memasuki fase baru dalam perjalanan organisasinya. Tantangannya bukan hanya menjaga keberlanjutan kaderisasi, tetapi juga memastikan gerakan perempuan muda Muhammadiyah tetap relevan dengan persoalan generasi muda.
Sebelumnya, dalam forum Pra Muktamar, Ketua PP Muhammadiyah M. Busyro Muqoddas mengingatkan pentingnya menjaga marwah organisasi melalui proses pemilihan pimpinan yang berintegritas, independen, serta bebas dari praktik politik uang.
Dengan terpilihnya Monica, kepemimpinan PPNA periode 2026-2030 kini memasuki fase baru. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan mandat muktamar menjadi program kerja yang mampu menjawab kebutuhan perempuan muda sekaligus memperkuat posisi Nasyiatul Aisyiyah sebagai salah satu gerakan perempuan muda dalam Muhammadiyah.
Monica kini bukan lagi hanya nahkoda Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah. Ia dipercaya membawa gerakan perempuan muda Muhammadiyah berlayar di tingkat nasional hingga 2030.

