PURWOKERTO – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. K.H. Tafsir, M.Ag., menegaskan bahwa politik merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa karena menjadi instrumen untuk melahirkan kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan KH Tafsir saat memberikan tausiyah dalam Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Ahad (5/7/2026).

Menurut KH Tafsir, politik tidak seharusnya dipandang semata sebagai perebutan kekuasaan. Politik memiliki peran strategis karena melalui proses politik lahir berbagai kebijakan yang menentukan arah kehidupan masyarakat dan negara.
“Politik itu penting, karena melalui politik kita bisa membuat kebijakan yang sesuai dengan Islam,” ujar KH Tafsir di hadapan ribuan jamaah.
Ia menjelaskan, umat Islam perlu memiliki kesadaran politik yang baik agar dapat berkontribusi dalam menghadirkan kebijakan publik yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, kejujuran, dan kemaslahatan. Karena itu, keterlibatan dalam politik harus dilandasi niat ibadah dan orientasi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar kekuasaan.

KH Tafsir juga mengajak warga Muhammadiyah untuk terus berperan aktif dalam kehidupan kebangsaan dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip Islam dan nilai-nilai Persyarikatan. Menurutnya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui kontribusi dalam membangun sistem dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Tabligh Akbar tersebut dihadiri jajaran PDM Banyumas, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, organisasi otonom, sivitas akademika UMP, serta ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah di Kabupaten Banyumas. Acara juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PDM Banyumas dan Polresta Banyumas tentang peningkatan sumber daya manusia serta perlindungan ketertiban dan masyarakat melalui Pengamanan Swakarsa.

