BANYUMAS – Dinamika internal Muhammadiyah di Banyumas mulai menjadi perhatian serius kalangan kader muda Persyarikatan. Sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) disebut mulai menunjukkan sikap kurang mendukung terhadap gerakan dakwah dan kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah.
Indikasi tersebut muncul dari mulai tidak didukungnya beberapa kegiatan Persyarikatan, bahkan ada agenda yang diduga dihalang-halangi oleh oknum di lingkungan AUM.
Kondisi ini memicu keprihatinan dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas dan KOKAM Banyumas. Mereka menilai fenomena tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada melemahnya ruh perjuangan Muhammadiyah di lingkungan amal usaha.
Ketua PDPM Banyumas, Subhan Purnomo Aji, S.IP., M.A., menyampaikan bahwa seluruh AUM semestinya menjadi bagian penting dalam mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah, bukan justru bersikap pasif terhadap agenda Persyarikatan.
“Ada indikasi beberapa kegiatan Persyarikatan mulai tidak didukung, bahkan ada yang dipersulit dan dihalang-halangi. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, AUM lahir dari perjuangan dakwah Muhammadiyah sehingga sudah seharusnya memiliki keberpihakan terhadap kegiatan organisasi, kaderisasi, dan penguatan gerakan Persyarikatan.
Menanggapi kondisi tersebut, KOKAM Banyumas menegaskan siap bergerak menjaga marwah Muhammadiyah dan mengawal gerakan dakwah agar tetap berjalan di seluruh wilayah Banyumas.
“KOKAM siap bergerak menjaga dan mengawal gerakan Muhammadiyah. Jangan sampai dakwah Persyarikatan justru melemah di rumahnya sendiri,” tegas salah satu anggota KOKAM Banyumas.
Fenomena ini disebut menjadi alarm bagi seluruh kader Muhammadiyah agar kembali memperkuat solidaritas dan loyalitas terhadap Persyarikatan. Sejumlah kader juga mendorong adanya evaluasi internal dan penguatan ideologi Muhammadiyah di lingkungan AUM.
Mereka berharap seluruh AUM kembali aktif mendukung kegiatan Muhammadiyah sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap perjuangan organisasi yang telah membesarkan amal usaha tersebut.
“Kalau gerakan dakwah mulai tidak didukung dari internal sendiri, maka ini menjadi ancaman serius bagi masa depan Persyarikatan,” ungkap salah satu kader Muhammadiyah Banyumas.
Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Banyumas pun mengajak seluruh elemen Persyarikatan untuk menjaga semangat dakwah, memperkuat kaderisasi, dan memastikan AUM tetap berada dalam garis perjuangan Muhammadiyah.

