JAKARTA — Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, akhirnya mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Rabu malam setelah sebelumnya sempat diburu penyidik dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).
Berdasarkan laporan Metro TV, Silmy tiba sekitar pukul 22.35–22.40 WIB dengan pengawalan ajudan dan langsung masuk ke dalam gedung tanpa memberikan komentar kepada awak media.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap tengah mencari keberadaan Silmy Karim terkait OTT di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut keberadaan Silmy terakhir terdeteksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
KPK juga meminta Silmy bersikap kooperatif dan menyerahkan diri guna membantu proses penyidikan. OTT tersebut diduga berkaitan dengan praktik suap pengurusan KITAS dan KITAP bagi WNA.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sedikitnya 17 orang yang terdiri dari pejabat imigrasi dan pihak swasta. Sejumlah barang bukti turut disita, mulai dari kendaraan mewah, uang valuta asing, hingga logam mulia.
Nama Silmy Karim ikut terseret lantaran pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023–2024 sebelum menjadi wakil menteri. Hingga kini, KPK masih mendalami dugaan keterlibatan Silmy dalam perkara tersebut.

