BANYUMAS – Permintaan hewan kurban di Kabupaten Banyumas mulai meningkat tajam menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Di sisi lain, stok sapi yang dinilai sehat dan layak kurban justru terbatas. Kondisi ini membuat harga sapi di sejumlah peternakan dan pasar hewan mengalami kenaikan cukup signifikan.
Kenaikan harga sapi hidup di Banyumas disebut mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor dibanding periode biasa. Meski begitu, masyarakat tetap berburu sapi dengan kondisi kesehatan terbaik untuk kebutuhan kurban tahun ini.
Fenomena tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat, sementara pasokan ternak belum sepenuhnya pulih pasca ancaman penyakit ternak beberapa tahun terakhir. Peternak pun lebih selektif menjual sapi yang benar-benar sehat dan memenuhi syarat kurban.
Dinas Pertanian Banyumas juga terus memperketat pengawasan kesehatan hewan menjelang Iduladha. Ribuan sapi telah menjalani vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit seperti PMK maupun cacing hati.
Meski harga sapi hidup melonjak, harga daging sapi di pasar tradisional Banyumas relatif masih stabil di kisaran Rp140 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Namun pedagang memperkirakan harga bisa kembali bergerak naik mendekati hari penyembelihan kurban.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Keterbatasan stok dan tingginya permintaan membuat harga sapi kurban naik hingga jutaan rupiah per ekor menjelang Iduladha 2026.

