Pada saat ini perkembangan teknologi dan informasi berlangsung dengan begitu cepat. Hampir seluruh aktivitas manusia seperti pendidikan, ekonomi, komunikasi hingga dakwah keagamaan bergantung pada teknologi digital. Dengan Hadirnya IoT (Internet of Things), big data, media sosial, hingga Artificial Intelligence (Ai) membuat kehidupan menjadi lebih mudah dan praktis. Namun, dibalik kemudahan-kemudahan tersebut muncul berbagai tantangan baru seperti menurunnya interaksi sosial secara langsung, maraknya penyebaran berita hoax, dan ketergantungan terhadap teknologi. Inilah yang disebut dengan Society 5.0, yaitu periode masyarakat yang memanfaatkan teknologi seperti internet, artificial intelligence, dan digitalisasi untuk membantu kehidupan masyarakat agar menjadi mudah.
Di tengah perubahan yang terus berkembang, muhammadiyah menghadirkan Islam Berkemajuan sebagai upaya dalam menghadapi tantangan zaman modern ini tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Menurut saya, Islam Berkemajuan bukan hanya sebatas semboyan dari muhammadiyah saja melainkan sebagai pedoman hidup yang sesuai dengan kondisi generasi saat ini, terutama pada kalangan pelajar dan juga mahasiswa.
Sejak didirikannya Muhammadiyah oleh K.H Ahmad Dahlan, Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan Islam yang sangat terbuka dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. K.H Ahmad Dahlan mengajarkan kepada umatnya bahwasanya ilmu pengetahuan dan agama harus jalan beriringan. Maka dari itu, muhammadiyah memiliki karakter berpikir rasional, cinta ilmu pengetahuan, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Kehadiran teknologi berupa Artificial Intelligence (Ai) pada era 5.0 ini merupakan fenomena yang tidak dapat ditolak. Dengan adanya fenomena tersebut, saat ini banyak orang lebih memilih mencari informasi hanya dengan mencari informasi pada room AI tersebut, dibandingkan dengan membaca buku ataupun membuka web secara langsung seperti pada website kompas.com/detik.com. Kondisi seperti ini dapat menjadi tantangan ataupun peluang. Ketika masyarakat dapat memanfaatkan AI dengan bijak, maka masyarakat akan dapat belajar dengan lebih efektif. Namun sebaliknya, ketika masyarakat memanfaatkan AI dengan tidak kritis maka bisa menyebabkan “Brain Rot”.
Setelah melihat fenomena tersebut, di sinilah Islam Berkemajuan berperan sangat penting. Islam Berkemajuan mengajarkan bahwa teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai kemaslahatan, bukan menjadikan manusia kehilangan arah hidupnya. Muhammadiyah sendiri juga mengajarkan bahwa adanya perkembangan teknologi harus diimbangi dengan adanya kemajuan moral, spiritual, dan sosial.
Menurut saya, salah satu fenomena besar di era saat ini yaitu menurunnya kemampuan berpikir kritis. Banyak masyarakat yang menerima mentah-mentah informasi yang mereka tangkap dari media sosial tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu. Fenomena tersebut mengakibatkan banyak berita hoax yang semakin menyebar.
Sebagai kader Muhammadiyah, khususnya bagi para pelajar dan mahasiswa kita harus mampu menjadi agen literasi digital. Yang artinya, kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi saja, tapi juga harus cerdas dan bijak dalam memanfaatkannya. Kita perlu belajar bagaimana memilah informasi, memahami dampak media sosial, dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.
Selain itu, Islam Berkemajuan juga mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia. Pada saat materi Kosmopolitan Islam Berkemajuan, Bapak Hamam memberi kajian mengenai Surah Al-Fatihah yang menjelaskan bahwa manusia tidak hanya diperintahkan untuk beribadah kepada Allah, tetapi juga dituntut untuk menjaga hubungan sosial dengan orang lain. Nilai ini dianggap relevan, karena di masa sekarang banyak orang terlalu sibuk dengan dunia digital hingga melupakan interaksi sosial secara langsung.
Bapak Andar Nubowo juga menjelaskan bahwa fenomena individualisme digital juga menjadi salah satu tantangan nyata dalam Society 5.0. Banyak orang merasa lebih nyaman berkomunikasi melalui layar seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan lain-lain dibanding bertemu langsung. Padahal, pada hakikatnya manusia tetap membutuhkan interaksi sosial agar rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar tidak hilang. Oleh sebab itu, Islam Berkemajuan hadir untuk mengingatkan bahwa teknologi seharusnya mendekatkan manusia, bukan malah menjauhkan.
Muhammadiyah juga memiliki konsep kosmopolitanisme Islam. Konsep ini mengajarkan bahwa manusia merupakan bagian dari komunitas global yang saling terhubung. Maka, umat Islam harus memiliki wawasan luas, terbuka terhadap perubahan, dan peduli terhadap persoalan kemanusiaan. Islam tidak hanya mengatur ibadah pribadi, tetapi juga mengajarkan bagaimana manusia dapat memberi manfaat bagi lingkungan.
Dalam materi yang disampaikan oleh Bapak Hamam dijelaskan bahwa Muhammadiyah membawa semangat Rahmatan lil ‘alamin. Artinya, Islam harus menjadi rahmat dan memberikan manfaat bagi seluruh manusia. Hal ini, sejalan dengan konsep Tauhid Rahamutiyah, yaitu keyakinan bahwa Allah memiliki sifat rahmat yang perlu tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut saya, nilai-nilai tersebut cocok diterapkan di era saat ini. Ketika dunia dipenuhi konflik media sosial, Muhammadiyah justru menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan pentingnya ilmu pengetahuan. Dakwah Muhammadiyah juga tidak hanya dilakukan di masjid atau sekolah, tetapi sudah memanfaatkan media digital. Karena itu, digitalisasi dakwah menjadi langkah penting agar Muhammadiyah tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Bapak Andar Nubowo juga menyampaikan, bahwa peran Pelajar Muhammadiyah juga sangat penting dalam menghadapi Society 5.0. Pelajar Muhammadiyah harus menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan memiliki kemampuan berpikir kritis. Selain aktif dalam organisasi, pelajar juga perlu meningkatkan kemampuan literasi digital dan pendidikan sesuai bidang yang diminati. Dengan demikian, kader Muhammadiyah dapat bersaing di era global.
Dari sini dapat dilihat, Islam Berkemajuan mengajarkan bahwa menjadi modern tidak berarti meninggalkan agama. Justru agama menjadi pedoman agar manusia tidak salah arah dalam menggunakan teknologi. Oleh karena itu, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemajuan moral, spiritual, dan sosial.
Kesimpulannya, Islam Berkemajuan mempunyai peran yang sangat penting di tengah Muhammadiyah Society 5.0. Konsep ini menjadi cara Muhammadiyah dalam menghadapi perubahan zaman dengan tetap berpegang pada nilai Islam yang rasional, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan. Di era teknologi saat ini, kader Muhammadiyah harus mampu menggunakan teknologi secara bijak, berpikir kritis, serta tetap menjaga nilai kemanusiaan dan keimanan. Dengan begitu, Muhammadiyah akan terus menjadi gerakan Islam yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas di tengah perkembangan zaman modern. *Amalia Sahri R.

