Menjadi Pelajar Muhammadiyah yang Berkemajuan di Era Society 5.0

Perubahan zaman saat ini berkembang dengan sangat cepat. Teknologi semakin canggih, informasi dapat diakses dengan mudah hanya melalui hitungan detik, dan kehidupan manusia mulai berubah menjadi serba digital. Kehadiran Artificial Intelligence (AI), media sosial, dan berbagai teknologi modern menjadi tanda bahwa dunia sedang memasuki era Society 5.0. Hal ini kemudian berdampak pada kebiasaan masyarakat yang menjadi ketergantungan dengan teknologi. Di tengah perkembangan tersebut, Muhammadiyah hadir sebagai salah satu gerakan Islam yang senantiasa berusaha menjawab tantangan zaman melalui konsep Islam Berkemajuan dan semangat kosmopolitanisme.


Melalui materi online PKMTM 3 IPM Jawa Tengah yang diselenggarakan pada Jum’at, 8 Mei 2026 dan Sabtu, 9 Mei 2026, saya memahami bahwa Muhammadiyah bukan hanya organisasi Islam biasa yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Namun lebih dari itu, Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang memiliki visi besar untuk membangun peradaban manusia yang lebih maju, terbuka, dan bermanfaat bagi sesama.


Muhammadiyah meyakini Islam sebagai agama yang mengajarkan kemajuan. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk tertinggal, namun senantiasa mendorong untuk menjadi penggerak perubahan melalui ilmu, amal, dan dakwah. Semangat ini kemudian dirumuskan dalam Risalah Islam Berkemajuan yang lahir pada Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta. Dari sinilah dapat dilihat komitmen Muhammadiyah dalam upayanya untuk menjadikan Islam tetap relevan dalam menghadapi tantangan modern.


Konsep Islam Berkemajuan sangat penting bagi generasi muda saat ini. Banyak anak muda yang menilai bahwa Islam dan modernitas adalah dua hal yang berbeda dan saling berlawanan. Padahal melalui ideologi yang diusung Muhammadiyah, kita dapat mengetahui bahwa Islam senantiasa mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan. Dapat disadari pula bahwa menjadi muslim bukan berarti menolak perkembangan zaman, tetapi bagaimana kita mampu memanfaatkan perkembangan tersebut untuk hal-hal yang positif.


Muhammadiyah juga memiliki fokus gerakan yang dikenal dengan feeding, schooling, dan healing. Spirit ini terinspirasi dari QS. Al-Ma’un yang menjadi dasar gerakan sosial Muhammadiyah. Feeding berarti memberi makan dan membantu bagi mereka yang membutuhkan, schooling berarti menghadirkan pendidikan untuk masyarakat, sedangkan healing berarti memberikan pelayanan kesehatan. Menurut saya, 3 fokus gerakan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi yang hanya bergerak melalui ceramah keagamaan saja, tetapi juga aksi nyata yang dapat dirasakan langsung kebermanfaatannya bagi masyarakat luas.


Pemateri Bapak Hamam Sanadi, Ph.D juga membahas tentang kosmopolitanisme Islam. Kosmopolitanisme dimaknai sebagai paham yang menganggap bahwa semua manusia memiliki kesetaraan tanpa melihat latar belakang budaya, ras, maupun negara. Muhammadiyah memandang bahwa Islam hadir untuk semua manusia dan membawa rahmat bagi seluruh alam.


Nilai kosmopolitanisme sangat penting di tengah kondisi masyarakat yang masih sering terpecah karena perbedaan. Saat ini masih banyak orang yang mudah membenci orang lain hanya karena berbeda prinsip ataupun pandangan dalam memahami sesuatu. Padahal Islam mengajarkan sikap terbuka, toleran, dan menghargai pendapat.


Sebagai pelajar Muhammadiyah, sudah seharusnya kita memiliki pemikiran yang terbuka dan luas. Tidak seharusnya kita menjadi orang yang mudah membenci orang lain hanya karena berbeda pendapat. Apalagi di era media sosial saat ini, rasa kebencian dengan mudahnya menyebar karena terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Oleh karenanya, generasi muda Muhammadiyah harus mampu menjadi pribadi yang bijak dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Materi kedua yang disampaikan oleh Bapak Andar Nubowo, Ph.D membahas tentang Muhammadiyah Society 5.0. Era Society 5.0 ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat terutama dalam teknologi dan AI. Kehidupan manusia menjadi lebih mudah karena bantuan teknologi dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Namun, justru perkembangan tersebut yang pada akhirnya membawa tantangan baru bagi masyarakat. Salah satunya adalah munculnya sikap individualis di masyarakat. Banyak orang yang akhirnya terlena dengan kehidupan digital dan kemudian menghiraukan kehidupan sosial secara langsung.


Muhammadiyah merespons perkembangan Society 5.0 melalui paradigma Islam Berkemajuan yang bertumpu pada pemikiran rasional. Muhammadiyah tidak menolak perkembangan teknologi, tetapi justru memanfaatkannya sebagai media penunjang dalam melaksanakan dakwah. Pada dasarnya, dengan adanya teknologi dapat memberikan banyak manfaat apabila digunakan dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang positif. Teknologi hanyalah alat, sedangkan manusia adalah pengendalinya. Apabila alat tersebut dapat dikendalikan dengan baik maka dampak yang dirasakan juga akan baik, namun bila teknologi dikendalikan untuk hal-hal negatif maka dampak negatif pula lah yang akan dirasakan.


Digitalisasi dakwah menjadi arah gerak Muhammadiyah di era 5.0. Dakwah pada zaman sekarang tidak harus dilakukan secara langsung tetapi dapat melalui media sosial yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Hal ini tentu menjadi tugas bagi generasi muda terutama pelajar Muhammadiyah. Sebagai pelajar Muhammadiyah, kita juga memiliki peran penting sebagai agen literasi. Artinya, kita harus mampu menggunakan media sosial dengan bijak dan membantu masyarakat agar lebih cerdas dalam menerima informasi. Jangan sampai teknologi yang ada di genggaman kita malah yang akan membahayakan diri kita sendiri.


Strategi menghadapi disrupsi juga dijelaskan dalam materi ini, yaitu dengan melakukan kolaborasi multi sektor. Hal ini menunjukkan bahwa membangun peradaban tidak bisa dilakukan sendirian. Muhammadiyah, pelajar, masyarakat, pemerintah, dan semua pihak harus saling bekerja sama agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan baik.
Dari seluruh rangkaian materi yang saya ikuti, saya menyadari bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang sangat relevan dengan perkembangan zaman. Fokus Muhammadiyah bukan hanya dalam hal ibadah, tetapi juga peduli terhadap pendidikan, kesehatan, teknologi, dan kemajuan masyarakat. Nilai Islam Berkemajuan mengajarkan kita untuk menjadi muslim yang terbuka, cerdas, dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.


Melalui materi ini, saya juga semakin memahami bahwa menjadi kader IPM bukan hanya tentang berorganisasi, tetapi juga tentang bagaimana membawa dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami betul bagaimana paradigma-paradigma di Muhammadiyah, maka generasi muda Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi generasi yang aktif, kritis, dan tetap memiliki kepedulian sosial di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. *Sauzan Naila A.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca