BREBES — Suasana haru dan khidmat mewarnai prosesi Haflah Takhoruj Angkatan III Muhammadiyah Boarding School Bumiayu yang digelar di Twenty One Zarafa Land Cafe Bumiayu, Ahad (10/5/2026). Sebanyak 34 santri tingkat SMA resmi dilepas setelah menempuh pendidikan pesantren dengan tema “Meraih Ilmu, Mengukir Prestasi, Menggapai Masa Depan Islami, We Are Ready to Future.”
Mudir Muhammadiyah Boarding School Bumiayu, Utsman Arif Fathka, mengatakan pesantren terus berkomitmen mencetak kader ulama Qur’ani yang unggul secara intelektual, spiritual, dan berakhlak mulia.
“Dari 34 lulusan, tiga santri berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sementara capaian terendah lima juz,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak alumni diterima di berbagai perguruan tinggi ternama melalui jalur tahfidz dan prestasi. Di antaranya Universitas Al-Azhar, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, hingga sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah dan UIN di Indonesia.
Kepala SMA Muhammadiyah Bumiayu, Sulton Aji Saputro, menegaskan pendidikan di pesantren tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.
“Pesantren MBS Bumiayu tidak hanya membentuk kemampuan akademik santri, tetapi juga menanamkan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nilai-nilai keislaman sebagai bekal menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Perwakilan wali santri, Ahmad Budi Sapta Aji, menyampaikan apresiasi kepada para asatidz dan keluarga besar pesantren atas dedikasi dalam mendidik para santri.
“Kami sangat bersyukur atas perubahan positif anak-anak kami,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bumiayu, Erma Muttaqin, menyebut keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan merupakan investasi kaderisasi Muhammadiyah jangka panjang.
“Anak-anak ini adalah aset umat dan Persyarikatan. Kami berharap mereka terus tumbuh menjadi kader yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bumiayu, Sukmono. Ia meminta para lulusan terus menjaga semangat dakwah berkemajuan Muhammadiyah di mana pun berada.
Dalam kesempatan itu, pihak pesantren juga mengumumkan sejumlah santri berprestasi. Predikat santri teladan diraih Ranee Fauziyah Yasmin asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan hafalan 30 juz dan prestasi lomba tingkat nasional.
Santri berprestasi putra diraih Muhammad Rais Isham asal Bintan, Kepulauan Riau, dengan hafalan 10 juz. Sementara santri berprestasi putri diraih Aldhitadina Aulia Rahayu asal Kuningan, Jawa Barat, dengan hafalan 19 juz satu lembar.
Selain itu, Gita Neysa Athifah dan Nayla Najwa Aulia asal Tegal juga berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
Acara turut dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah, di antaranya Abdul Karim Naqib, Sutarmo, Tarqum Aziz, Sutriyono, serta M. Faqih Maftuh.
Pengamanan kegiatan dibantu personel KOKAM Surya Panatayudha Cabang Bumiayu sebagai bentuk solidaritas gerakan Muhammadiyah.
Rangkaian Haflah Takhoruj ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Mudir MBS Bumiayu, Zaky Hadis, dilanjutkan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kaderisasi.
Melalui Haflah Takhoruj Angkatan III ini, Muhammadiyah Boarding School Bumiayu kembali menegaskan komitmennya mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi bagi umat serta Persyarikatan Muhammadiyah.

