Hafal 30 Juz, Siswa Purwokerto Diterima di 10 Kampus Luar Negeri



PURWOKERTO — Di tengah persaingan ketat masuk perguruan tinggi global, seorang siswa asal Purwokerto mencatat prestasi menonjol. Aflaha Prasetyo, siswa kelas XII di SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah, diterima di 10 universitas luar negeri sekaligus.

Tak hanya unggul secara akademik, Aflaha juga merupakan hafiz Al-Qur’an 30 juz—sebuah capaian yang jarang dimiliki pelajar dengan orientasi studi internasional.

Perjalanan Aflaha menuju kampus dunia tidak berlangsung singkat. Ia mulai menyiapkan diri sejak kelas XI dengan menelusuri berbagai universitas dan jurusan yang memiliki reputasi global kuat. “Mulai cari-cari kampus yang risetnya bagus dan reputasinya baik,” ujarnya.

Selain menjaga nilai akademik, ia juga mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris melalui tes IELTS serta menyusun dokumen penting seperti personal statement dan motivation letter.

Dari hasil tersebut, Aflaha diterima di sejumlah kampus ternama, di antaranya University of Toronto, University of Alberta, hingga Australian National University. Ia mengaku paling mengincar University of Toronto karena reputasinya yang masuk jajaran universitas top dunia.

Pilihan jurusan yang diambil pun tidak ringan. Aflaha mempertimbangkan bidang Neuroscience dan teknik, dengan harapan dapat memperluas wawasan dan kelak berkontribusi bagi Indonesia.

Di balik keberhasilan itu, dukungan keluarga menjadi faktor penting. Orang tuanya disebut terus memberi semangat sejak awal proses persiapan.

Kepala sekolahnya, Sudrajat, menilai capaian Aflaha merupakan kombinasi antara motivasi tinggi, kemampuan bahasa asing, serta pembinaan yang terstruktur. Sekolah tersebut memang memiliki program khusus persiapan studi luar negeri sejak kelas 10, termasuk pendampingan bahasa dan administrasi.

Menurut Sudrajat, keunggulan lain siswa adalah bekal nilai religius. “Aflaha sudah menyelesaikan hafalan 30 juz. Ini menjadi modal penting saat hidup di luar negeri,” ujarnya.

Capaian ini menempatkan Aflaha sebagai salah satu contoh pelajar daerah yang mampu bersaing di tingkat global—menggabungkan prestasi akademik, kesiapan internasional, dan fondasi keagamaan dalam satu paket keberhasilan.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca