Masjid Al-Haq Bata Merah Jadi Oase Digital Gen Z di Purwokerto, Dari Basecamp Kreatif hingga Dakwah Visual

PURWOKERTO – Di tengah anggapan miring yang kerap menyebut Generasi Z sebagai “generasi rebahan”, geliat berbeda justru terlihat di kawasan Purwokerto Selatan. Masjid Al-Haq Bata Merah menjelma menjadi pusat aktivitas anak muda yang produktif, kreatif, dan melek digital.

Masjid yang berdiri di Jalan Pramuka No. 140 itu tak hanya menghadirkan arsitektur estetik berbahan bata merah yang ikonik, tetapi juga menawarkan konsep pengelolaan berbasis pemuda. Mayoritas manajemennya digerakkan oleh anak-anak muda yang akrab dengan media sosial, desain grafis, hingga produksi konten.

Tak heran jika masjid ini kerap dijuluki sebagai “Masjid Digital” oleh para jamaahnya.

Bukan Sekadar Tempat Ibadah

Peran masjid di era modern, bagi pengurus Al-Haq, tidak cukup hanya menjadi ruang ritual. Masjid harus menjadi pusat peradaban, ruang tumbuh gagasan, sekaligus tempat aman bagi generasi muda untuk berekspresi.

Dari perencanaan program hingga publikasi kegiatan, semuanya dikemas dengan pendekatan visual yang relatable bagi Gen Z. Poster kajian dibuat sinematik, video promosi dikemas dengan storytelling, dan agenda rutin dipublikasikan secara konsisten melalui berbagai platform digital.

Masjid pun berubah menjadi “basecamp” para pemuda produktif. Mereka berdiskusi selepas salat, merancang event, hingga berkolaborasi membuat program dakwah kreatif.

Semarak Ramadhan 1447 H: Tradisi Bertemu Teknologi

Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Masjid Al-Haq menyiapkan rangkaian program komprehensif yang memadukan nilai tradisi dan sentuhan teknologi.

Beberapa program unggulan di antaranya:

1. Kajian & Kultum Tarawih
Menghadirkan pembicara muda dengan tema-tema akidah, self improvement, hingga isu kekinian yang relevan dengan tantangan zaman.

2. Al-Haq Competition 2026
Mengusung tema “Bringing Back The Generation’s Love For The Mosque”, kompetisi ini menantang anak muda untuk membuat karya dalam bentuk short video dan infografis. Langkah ini menjadi strategi dakwah visual yang menyasar ruang digital, tempat Gen Z menghabiskan sebagian besar waktunya.

3. Mini Promptday Spesial Ramadhan
Program kolaboratif bersama komunitas konten kreator lokal yang menghadirkan sesi berbagi ilmu seputar dunia kreatif digital, dikemas dalam suasana buka puasa bersama.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa masjid mampu beradaptasi tanpa kehilangan ruh spiritualnya.

Melintasi Generasi, Aisyiyah Tetap Menyala

Meski dikenal sebagai masjid anak muda, Al-Haq tetap menjadi rumah lintas generasi. Kajian rutin ibu-ibu yang terafiliasi dengan Aisyiyah Banyumas tetap berjalan aktif.

Semangat perjuangan Nyai Ahmad Dahlan sebagai pelopor gerakan perempuan Islam terus dihidupkan. Para bunda Aisyiyah mengikuti kajian, diskusi keislaman, hingga kegiatan sosial dengan penuh antusias.

Perpaduan generasi muda yang progresif dan generasi senior yang berpengalaman menciptakan ekosistem masjid yang inklusif dan harmonis.

Islam Berkemajuan dalam Praktik Nyata

Konsep Islam Berkemajuan tidak hanya menjadi slogan di Masjid Al-Haq. Tadarus Al-Qur’an, i’tikaf, hingga buka puasa bersama tetap menjadi ruh utama. Namun semuanya dikemas dengan semangat keterbukaan.

Kontribusi buka puasa dibuat terjangkau dan terbuka untuk semua kalangan. Tagline “Semua Circle Masuk!” menjadi simbol bahwa masjid ini milik bersama, tanpa sekat komunitas.

Fenomena Masjid Al-Haq Bata Merah menjadi bukti bahwa ketika pemuda diberi ruang dan kepercayaan, masjid dapat kembali menjadi pusat gravitasi sosial. Dari ruang ibadah, lahir ruang kreativitas. Dari sajadah, lahir gagasan peradaban.

Di sudut Purwokerto Selatan, api semangat itu terus menyala, membantah stigma, menyalakan harapan.

Penulis: Agus Salim
Ketua PCPM Purwokerto Selatan
Lokasi: Masjid Al-Haq Bata Merah, Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca