Banyumas – Ratusan jamaah Muhammadiyah dari berbagai desa di Kecamatan Kembaran memadati Masjid Musthofa Al-Hamidi, Linggasari, Banyumas, Ahad (15/2/2026). Mereka menghadiri Tabligh Akbar Selapanan Tarhib Ramadhan 1447 H yang digelar PRM Linggasari bersama PCM Kembaran.
Momentum ini terasa istimewa karena dirangkai dengan peresmian Masjid Musthofa Al-Hamidi serta PKBM Muhammadiyah Cabang Kembaran di Grumbul Sirandu. Sejak pagi, arus jamaah terus berdatangan hingga saf utama, serambi, dan halaman masjid dipenuhi peserta.
Kegiatan diawali dengan jalan sehat mengelilingi Desa Linggasari sejauh kurang lebih dua kilometer. Tepat pukul 07.00 WIB, peserta dilepas Ketua PDM Banyumas KH Drs M Djohar AS. Meski diguyur gerimis tipis, ratusan warga tetap antusias mengikuti kegiatan yang juga menyediakan hadiah utama sepeda listrik dan berbagai doorprize.
Ketua PRM Linggasari H Nursyamsi M.H. menyampaikan pembangunan masjid dan pendirian PKBM merupakan buah gotong royong seluruh elemen Persyarikatan dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dalam satu visi dakwah dan pemberdayaan mampu melahirkan karya nyata yang dirasakan bersama.
Ketua PCM Kembaran Ir H Sugiyatno M.M. menyebut tabligh akbar selapanan ini sebagai silaturahim akbar 11 PRM dan 12 PRA di 15 desa se-Kecamatan Kembaran. Agenda rutin setiap 35 hari tersebut, kata dia, menjadi ruang strategis untuk konsolidasi dan penguatan gerakan jamaah.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Banyumas Prof KH Dr Muhammad Hizbul Muflihin M.Pd. mengingatkan agar Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ritual spiritual, tetapi juga momentum aksi nyata. Ia mengajak jamaah memperkuat soliditas, membesarkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), memakmurkan masjid, serta membangun kemandirian ekonomi umat.
Puncak acara diisi tausiyah KH Muhammad Jamaludin Ahmad S.Psi., Psikolog, Ketua LPCR PM PP Muhammadiyah. Ia mengajak jamaah menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan pembinaan umat sepanjang waktu.
“Puasa adalah jalan pembentukan insan bertakwa untuk meraih ridha Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, berdasarkan Kalender Islam Global PP Muhammadiyah, puasa 1447 H akan dimulai pada 18 Februari 2026. Jamaah diajak menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan iman serta menghidupkan dakwah yang menggembirakan dan mencerahkan.

Prosesi peresmian menjadi momen sarat makna. Penarikan tirai dilakukan bersama sebagai simbol dibukanya lembaran baru dakwah dan pemberdayaan umat. Takbir menggema memenuhi ruang masjid, menghadirkan suasana haru dan syukur atas berdirinya rumah ibadah dan pusat belajar tersebut.
Tabligh Akbar diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh santri Ma’had Fastabiqul Khoirot, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Suasana khusyuk berpadu semangat kebangsaan saat paduan suara PCA Kembaran membawakan Indonesia Raya, Mars Sang Surya, Mars Aisyiyah, dan lagu “Ranting Itu Penting”.
Pengamanan berlangsung tertib berkat kolaborasi KOKAM Suryakusuma Cabang Kembaran dan Banser Kecamatan Kembaran bersama Koramil serta Polsek Kembaran. Sinergi itu menjadi potret kebersamaan dalam menjaga ketertiban dan persatuan.
Di Linggasari, Ramadhan 1447 H disambut bukan sekadar dengan seruan, melainkan karya nyata. Masjid berdiri kokoh, PKBM siap mencerdaskan, dan jamaah kian solid dalam kebersamaan. Sebuah dakwah yang menggembirakan sekaligus menguatkan.
*Tarqum Aziz (JurnalisMu Banyumas Raya)

