Minyak Jelantah Kini ‘Naik Kelas’, Dipakai Pertamina Buat Bioavtur di Cilacap


CILACAP – Minyak jelantah yang selama ini dikenal sebagai limbah rumah tangga kini jadi bahan baku penting dalam produksi bahan bakar ramah lingkungan. PT Pertamina (Persero) tengah membangun kilang hijau (green refinery) di Cilacap, Jawa Tengah untuk mengolah minyak jelantah jadi bioavtur (Sustainable Aviation Fuel/SAF) dan BBM bercampur bahan nabati.

Pembangunan kilang baru bioavtur ini resmi dimulai dengan groundbreaking pada 6 Februari 2026. Kilang berdiri mandiri (stand-alone dedicated green refinery) tersebut direncanakan memiliki kapasitas produksi sekitar 6.000 barel per hari. Bahan baku campurannya tidak hanya minyak jelantah, tetapi juga crude palm oil (CPO) dan limbah kelapa sawit (POME).

Direktur Wakil Utama Pertamina, Oki Muraza, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi nasional transisi energi dan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan minyak jelantah, emisi karbon dari avtur bisa ditekan dan ketergantungan terhadap BBM fosil dapat dikurangi.

Sebelumnya, Pertamina juga telah melakukan uji coba produksi bioavtur berbasis minyak jelantah di kilang Cilacap. Pada kuartal II/2025, uji coba itu menargetkan produksi awal mencapai 9.000 barel per hari menggunakan used cooking oil sebagai komponen bahan bakar.

Pemanfaatan minyak jelantah untuk bahan bakar bukan hanya mengurangi limbah lingkungan, tapi juga mendorong ekonomi sirkular dengan menciptakan permintaan baru terhadap limbah minyak goreng bekas yang selama ini dibuang.

Proyek ini sekaligus menjadikan Cilacap sebagai salah satu ujung tombak produksi bioavtur berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan target global dan kebijakan energi bersih nasional.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca