Banyumas – Menyongsong Ramadhan 1447 Hijriah, Majelis Tabligh PDM Banyumas meneguhkan manhaj dakwah dan semangat tajdid melalui Pembekalan Mubaligh dan Imam Masjid Muhammadiyah Tahun 2026 yang digelar di Masjid At-Tajdiid Kampus II UMP, Jumat–Sabtu (30–31 Januari 2026).
Agenda ini diikuti oleh lebih dari 130 peserta yang merupakan perwakilan PCM dan PRM se-Kabupaten Banyumas. Wakil Ketua PDM Banyumas, KH. Amrulloh Sucipto Aji, S.Sos., secara resmi membuka acara dengan menekankan bahwa kesungguhan dalam menuntut ilmu adalah fondasi dakwah pencerahan.
“Menuntut ilmu adalah jalan menuju surge sehingga kita harus menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang melimpah dapat diserap secara optimal dan berbuah pada dakwah yang mencerahkan umat,” tegasnya.

Ketua Majelis Tabligh PDM Banyumas, KH. Sugeng, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa pembekalan ini adalah program berkelanjutan untuk mengasah kompetensi imam masjid dan mushola dengan memperkuat dakwah berkemajuan dan jejaring mubaligh hingga tingkat cabang dan ranting.
“Majelis Tabligh PDM Banyumas ingin dakwah Muhammadiyah selaras dengan manhaj Persyarikatan sehingga dapat menjadi oase yang menenangkan sekaligus penggerak perubahan sosial yang positif,” ujarnya.

Para peserta mendapatkan materi komprehensif, mulai dari Tahsin Al-Qur’an (KH. Amrulloh Sucipto Aji, S.Sos), Manhaj Dakwah Muhammadiyah (KH. Drs. M. Djohar AS, M.Pd), Etika dan Kompetensi Mubaligh (KH. Mintaraga Eman Surya, Lc., MA), Teknik Khutbah Efektif (KH. Assoc. Prof. Dr. Ibnu Hasan, MSI) dan Penyusunan Dakwah tematik yang kontekstual juga diberikan oleh KH. Dr. Asep Daud Kosasih, M.Ag
Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh Rojikin, utusan PRM Karanggintung. “Sesi tahsin sangat membantu memperbaiki bacaan saya sebagai imam. Kini saya merasa lebih percaya diri untuk menjalankan amanah khutbah Jumat dan mengimami jamaah,” ungkapnya.
Ungkapan senada disampaikan oleh Wakil Ketua PCM Kembaran yang membidangi Tabligh dan pemberdayaan masjid-mushola, H. Fathul Munjdi, S.Ag., menegaskan bahwa mubaligh dan imam masjid Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan dakwah yang mencerahkan, menggembirakan, serta memberi keteladanan bagi jamaah. “Mubaligh harus mampu menyampaikan dakwah yang mencerahkan dan menggembirakan, sementara imam masjid dituntut fasih dalam bacaan serta menjadi role model dalam ucapan dan tindakan, agar dakwah benar-benar dirasakan sebagai kebutuhan spiritual yang menenangkan dan menguatkan,” ujarnya.
Melalui pembekalan ini, Majelis Tabligh PDM Banyumas berharap lahirnya para pemimpin umat yang memiliki kekuatan spiritual, kecakapan komunikasi, dan kesiapan penuh dalam melayani jamaah selama bulan suci Ramadhan nanti.
*Tarqum Aziz (JurnalisMu Banyumas Raya).

