Saat Pemuda Muhammadiyah Banyumas Lebih Peduli Sampah Ketimbang Seremonial

Banyumas — Ahad, 1 Februari 2026, sekelompok pemuda berkumpul di Ex MBS Purwokerto. Bukan untuk seremoni panjang atau pidato berlapis, melainkan untuk membicarakan perkara yang sering luput dari perhatian: sampah rumah tangga.

Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banyumas menggelar Pelatihan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga sebagai bagian dari upaya menempatkan isu lingkungan ke ruang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak ada jargon besar tentang krisis iklim. Yang dibahas justru hal-hal paling dasar yaitu dari dapur, halaman rumah, hingga kebiasaan membuang sampah.

Para peserta, yang merupakan kader Pemuda Muhammadiyah dari berbagai cabang, berdiri mengelilingi peralatan sederhana. Limbah organik dan anorganik dipisahkan, dibahas, lalu diolah. Sampah yang biasanya dibuang tanpa pikir panjang, kali ini menjadi bahan belajar bersama.

Pelatihan ini diisi oleh Arbina Satria Afiatan. Ia tidak datang membawa presentasi rumit, melainkan mengajak peserta memahami pengelolaan limbah secara praktis. Dari memilah sampah sejak dari rumah, mengenali jenis limbah, hingga membangun kebiasaan kecil yang dampaknya tidak kecil.

Diskusi berlangsung cair. Ada yang bercerita tentang kebiasaan membakar sampah, ada pula yang menyinggung tempat pembuangan yang semakin jauh dari permukiman. Percakapan bergerak dari pengalaman personal ke persoalan bersama.

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banyumas, Subhan Purno Aji, mengatakan bahwa persoalan lingkungan tidak selalu membutuhkan forum besar untuk mulai dibenahi. “Sampah rumah tangga ini kelihatannya sepele, tapi kalau dibiarkan, dampaknya panjang. Perubahan itu harus dimulai dari rumah,” ujarnya.

Pelatihan ini menunjukkan arah pilihan Pemuda Muhammadiyah Banyumas. Di tengah kecenderungan organisasi sibuk dengan agenda seremonial, mereka memilih menaruh perhatian pada hal-hal yang sering dianggap remeh.

Dari tumpukan sampah rumah tangga, para pemuda ini belajar bahwa gerakan tidak selalu harus dimulai dari mimbar. Kadang, ia justru lahir dari keberanian mengurus sesuatu yang selama ini dihindari.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca