Sekolah Bukan Cuma Tempat Cari Ijazah! SMK MUTU Tanamkan Mental Wirausaha ke Siswa

PURWOKERTO — Menjadi lulusan SMK tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan keterampilan teknis. Di tengah dunia kerja yang terus berubah, keberanian membaca peluang, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan menciptakan nilai menjadi bekal yang semakin penting.

Semangat itu dibawa dalam Workshop Penguatan Karakter Kewirausahaan yang digelar SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto (SMK MUTU). Kegiatan yang diikuti siswa dan siswi SMK MUTU tersebut menghadirkan narasumber nasional dari Direktorat SMK, Bangkit Ari Murti, S.T., MAP.

Workshop dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Para peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya membangun karakter kewirausahaan sejak berada di bangku sekolah.

Kewirausahaan dalam kegiatan tersebut tidak semata-mata ditempatkan sebagai kemampuan untuk membuka usaha. Lebih jauh, karakter kewirausahaan menjadi cara berpikir yang mendorong peserta didik untuk berani berinovasi, melihat persoalan sebagai peluang, serta memiliki kemandirian dalam menentukan langkah setelah lulus.

Kehadiran narasumber dari Direktorat SMK memberikan perspektif yang lebih luas bagi para siswa. Dunia pendidikan vokasi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Menyiapkan Siswa Berani Menciptakan Peluang

Bagi siswa SMK, keterampilan teknis merupakan modal penting. Namun, keterampilan tersebut akan lebih bernilai ketika dibarengi dengan karakter yang kuat.

Karena itu, penguatan karakter kewirausahaan menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan peserta didik menghadapi masa depan. Kreativitas, disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, keberanian mengambil keputusan, hingga kemampuan membaca peluang menjadi sejumlah karakter yang perlu terus diasah.

Melalui workshop tersebut, siswa SMK MUTU diajak untuk tidak berhenti pada pertanyaan, “Setelah lulus akan bekerja di mana?” Mereka juga didorong untuk mulai memikirkan pertanyaan yang lebih jauh: “Apa yang bisa saya ciptakan?”

Pertanyaan kedua itulah yang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun mental kewirausahaan.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto, Dyan Aristi Utami, S.Pd., Gr., mendukung pelaksanaan workshop tersebut sebagai bagian dari upaya sekolah memperkuat kompetensi sekaligus karakter peserta didik.

Menurutnya, pendidikan di SMK harus mampu membekali siswa dengan kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman. Penguasaan kompetensi keahlian perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, kreativitas, dan kemandirian.

Workshop ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk memperluas wawasan mengenai dunia kewirausahaan. Dari ruang sekolah, mereka dipersiapkan untuk memasuki dunia yang lebih luas: dunia kerja, dunia usaha, maupun dunia industri.

Di SMK MUTU, kewirausahaan tidak hanya berbicara soal bagaimana menjual sebuah produk. Ia juga tentang bagaimana seorang siswa belajar melihat kesempatan, mengubah gagasan menjadi karya, dan mengubah karya menjadi sesuatu yang memiliki nilai.

Sebab, lulusan SMK masa depan bukan hanya mereka yang siap mencari pekerjaan. Mereka juga perlu memiliki keberanian untuk menciptakan peluang.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca