JAKARTA — Kursi Menteri Keuangan kembali bergeser. Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai penggantinya.
Pergantian tersebut menambah daftar perombakan di lingkar pemerintahan Prabowo. Suahasil bukan nama baru di Kementerian Keuangan. Ia telah lama berada di lingkungan kementerian tersebut dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Suahasil memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan kebijakan fiskal. Sebelum menjadi wakil menteri, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis di Kementerian Keuangan. Pengalamannya membuat pergantian ini bukan sekadar memindahkan nama dari satu kursi ke kursi lain, tetapi juga memberi sinyal bahwa kesinambungan pengelolaan fiskal menjadi salah satu pertimbangan pemerintah.
Purbaya sendiri sebelumnya dipercaya memimpin Kementerian Keuangan di tengah agenda besar pemerintahan Prabowo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat penerimaan negara, sekaligus menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Kini, tongkat komando fiskal berpindah ke Suahasil.
Tantangan Suahasil Tidak Ringan
Menjadi Menteri Keuangan di pemerintahan Prabowo bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan kalkulator saja. Di atas meja kementerian, terdapat persoalan penerimaan negara, belanja pemerintah, pembiayaan, utang, hingga tuntutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Suahasil juga menghadapi kebutuhan menjaga keseimbangan antara ambisi pembangunan dan disiplin fiskal.
APBN harus cukup agresif untuk membiayai berbagai program pemerintah, tetapi tetap kredibel di mata pasar. Di titik inilah Menteri Keuangan dituntut tidak hanya piawai menghitung angka, tetapi juga mampu membaca arah ekonomi dan menjaga kepercayaan publik serta investor.
Suahasil sebelumnya pernah menyatakan pentingnya menjaga kredibilitas APBN, termasuk memastikan defisit fiskal tetap berada dalam batas yang ditetapkan.
Pengalaman panjangnya di bidang fiskal menjadi modal penting untuk menjalankan tugas tersebut.
Dari Wakil Menjadi Pengendali Fiskal
Suahasil Nazara bukan pendatang baru di pemerintahan. Ia telah mendampingi Menteri Keuangan dalam sejumlah periode dan memahami secara langsung bagaimana kebijakan fiskal dirumuskan serta dijalankan.
Kini, perannya berubah.
Jika sebelumnya ia berada di kursi sebelah menteri, kini Suahasil harus duduk di kursi utama. Ia bukan lagi sekadar mendampingi pengambil kebijakan, tetapi menjadi salah satu orang yang paling menentukan arah keuangan negara.
Pergantian ini sekaligus menjadi ujian bagi Suahasil untuk membuktikan bahwa pengalaman birokrasi dan teknokrasi yang dimilikinya mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang efektif.
Sebab, ekonomi bukan hanya perkara angka pertumbuhan. Di balik angka APBN ada harga kebutuhan pokok, daya beli masyarakat, lapangan kerja, investasi, hingga kemampuan pemerintah membiayai program-programnya.

