BANYUMAS — Persaingan dalam ajang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) tingkat SMK Kabupaten Banyumas memasuki babak akhir. Setelah melalui proses penjurian selama dua hari, 26–27 Agustus 2026, para pemenang diumumkan secara daring pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Pengumuman pemenang dimulai pukul 09.00 WIB dan disampaikan langsung oleh Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMK Kabupaten Banyumas, Arief Ritade Aswas.
Tahun ini, terdapat tujuh cabang lomba yang dipertandingkan. Yakni Olimpiade PAI, Seni Kaligrafi Al-Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Pidato, Poster, Video Konten Kreator, serta Pembelajaran Inovatif yang khusus diperuntukkan bagi guru.
Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi siswa SMK di Kabupaten Banyumas untuk menunjukkan kemampuan mereka, tidak hanya dalam memahami pendidikan agama Islam, tetapi juga dalam mengolah kreativitas dan menyampaikan gagasan melalui berbagai medium.
Arief mengatakan MAPSI tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi bagian dari upaya menggali potensi siswa SMK sekaligus menemukan bakat-bakat terbaik di Kabupaten Banyumas.
“Pelaksanaan lomba MAPSI kali ini merupakan kegiatan untuk menggali potensi terbaik dari siswa-siswi SMK yang ada di Kabupaten Banyumas dan sebagai ajang adu kreativitas untuk mencari bakat-bakat terbaik,” kata Arief dalam sambutannya.
Bagi para juara pertama, kompetisi belum selesai. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk mewakili Kabupaten Banyumas dalam ajang MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Tahap berikutnya tentu tidak lebih ringan. Para wakil Banyumas akan berhadapan dengan peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Di panggung tersebut, kemampuan yang telah diasah di tingkat kabupaten akan kembali diuji.
Arief berharap para pemenang yang nantinya menjadi wakil Banyumas mampu membawa nama daerah dan bersaing dengan peserta dari daerah lain.
“Harapannya dari hasil seleksi tingkat kabupaten yang terbaik akan mewakili Kabupaten Banyumas dan bisa bersaing dengan peserta MAPSI lain dari berbagai kabupaten kota di Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
MAPSI tingkat SMK Kabupaten Banyumas tahun ini mempertemukan beragam bentuk kemampuan. Ada yang diuji melalui pengetahuan keislaman, ada yang tampil melalui suara dan pidato, sementara lainnya menyampaikan gagasan lewat kaligrafi, poster hingga video.
Pada akhirnya, kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang gelar juara. Di balik tujuh cabang lomba tersebut, ada upaya menemukan generasi muda yang mampu menggabungkan pengetahuan, kreativitas, dan nilai-nilai keislaman.
Kini, setelah panggung Banyumas ditaklukkan, tantangan berikutnya menanti di tingkat Jawa Tengah.

