Krisis Air Bersih di Sumpiuh, Anak Sekolah Ikut Terdampak

SUMPIUH, BANYUMAS— Kemarau kembali membuat warga di sejumlah desa di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, kesulitan mendapatkan air bersih. Bagi sebagian warga, persoalan ini bukan hanya soal kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menyangkut kebutuhan sanitasi anak-anak yang tetap harus berangkat sekolah.

Badriyah, salah seorang warga, merasakan langsung dampak kekeringan tersebut. Air bersih yang tersedia harus digunakan sehemat mungkin, termasuk untuk memastikan cucunya yang masih duduk di kelas 3 SD dapat mandi sebelum berangkat sekolah.


Kondisi tersebut menjadi gambaran kecil dari dampak krisis air bersih yang dialami warga.

Pada Selasa, 25 Agustus 2026, Yayasan Gerakan Beramal Baik bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas, MDMC Sumpiuh, dan Subasita.cons turun langsung mendistribusikan air bersih.

Distribusi menyasar lima wilayah, yakni Karanggedang, Kebokura, Kemiri, Kradenan, dan Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh.

Bantuan air bersih tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi keluarga.

Data BPBD Banyumas per 13 Agustus 2026 mencatat, sebanyak 39 desa/kelurahan telah menerima distribusi air bersih dengan total mencapai 1,311 juta liter.

Sementara berdasarkan data per 10 Agustus 2026, kekeringan telah berdampak terhadap 28.222 jiwa atau 8.371 keluarga di Banyumas.

Kondisi serupa sebelumnya juga terjadi pada 2023. Sejumlah desa di Kecamatan Sumpiuh ketika itu turut mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.

Bagi warga, air yang datang melalui distribusi bantuan bukan sekadar air untuk mengisi bak penampungan. Ada kebutuhan yang harus segera dipenuhi, mulai dari mandi hingga menjaga kebersihan anak-anak sebelum menjalani aktivitas sekolah.

Melalui #gerakanBeramalBaik, distribusi air bersih akan dilakukan secara berkala berdasarkan kebutuhan warga yang terhubung dengan relawan MDMC Sumpiuh.

Krisis air bersih membuat warga harus menghemat setiap tetes air. Namun di tengah keterbatasan itu, aktivitas sehari-hari tetap harus berjalan.

Anak-anak tetap harus mandi dan berangkat sekolah. Keluarga tetap harus menjaga kebersihan. Dan bagi warga Sumpiuh yang terdampak kekeringan, air bersih menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca