PURWOKERTO – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMK Kabupaten Banyumas langsung “tancap gas” di awal kepengurusan periode 2026-2029. Bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto, Selasa (21/7/2026), puluhan guru PAI dari berbagai SMK di Banyumas berkumpul untuk menyusun arah gerak organisasi sekaligus memperkuat kompetensi menghadapi tantangan pendidikan masa kini.
Pertemuan perdana tersebut tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Forum ini juga dimanfaatkan untuk menyelaraskan program kerja, membahas perubahan kebijakan pembelajaran PAI, hingga memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di tingkat SMK.

Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Ketua MGMP PAI SMK Kabupaten Banyumas.
Ketua MGMP PAI SMK Kabupaten Banyumas, H. Arief Ritade Aswas, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto yang telah menjadi tuan rumah pertemuan perdana kepengurusan baru.
“Terima kasih kepada Ibu Kepala SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto beserta seluruh jajaran yang telah memberikan fasilitas terbaik sehingga kegiatan MGMP PAI SMK Kabupaten Banyumas dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan,” ujarnya.
Sinergi Sekolah dan Kementerian Agama
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto, Dyan Aristi Utami, S.Pd., Gr., menyambut hangat seluruh peserta. Ia berharap MGMP menjadi ruang kolaborasi yang mampu melahirkan berbagai inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Menurutnya, guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H. Naufal Iskandar, S.H.I., yang memberikan arahan mengenai penguatan peran guru agama dalam membangun karakter peserta didik.
Ia juga menyampaikan berbagai informasi mengenai kebijakan Pendidikan Profesi Guru (PPG), pengembangan kompetensi guru, hingga pentingnya menjaga profesionalisme sebagai pendidik.
Bahas Perubahan Capaian Pembelajaran
Salah satu materi yang paling banyak mendapat perhatian peserta adalah pembinaan dari Pengawas PAI Kabupaten Banyumas, Dra. Hj. Siti Nur Hidayati, M.Pd.I. dan Dr. H. Dudiyono, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam sesi tersebut dipaparkan perubahan Capaian Pembelajaran (CP) Pendidikan Agama Islam yang kini mengarah pada pendekatan Amaliah Oriented, yakni pembelajaran yang tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi mampu mendorong peserta didik mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Guru PAI juga didorong menjadi pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu memanfaatkan teknologi pembelajaran, sekaligus tetap menjadi teladan dalam pembentukan akhlak peserta didik.
Selain itu, para pengawas mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan adab.
“Ilmu itu penting, tetapi adab jauh lebih penting,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam pembinaan tersebut.
Susun Program Kerja Tiga Tahun ke Depan
Usai sesi pembinaan, pengurus MGMP PAI SMK Kabupaten Banyumas memaparkan program kerja periode 2026-2029.

Beberapa agenda prioritas yang disepakati antara lain:
Workshop dan pelatihan peningkatan kompetensi guru PAI.
Pendampingan implementasi kurikulum dan Capaian Pembelajaran terbaru.
Pengembangan media pembelajaran digital.
Penyusunan perangkat ajar bersama.
Penguatan jejaring antar guru PAI SMK di Banyumas.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat peran MGMP sebagai organisasi profesi yang aktif dan produktif.
Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan
Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 12.10 WIB itu ditutup dengan diskusi, penyampaian program kerja, serta komitmen bersama seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di SMK.
Suasana kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta mengenai tantangan pembelajaran PAI di sekolah masing-masing.
Melalui pertemuan perdana ini, MGMP PAI SMK Kabupaten Banyumas berharap mampu menjadi wadah kolaborasi yang tidak hanya memperkuat profesionalisme guru, tetapi juga menghadirkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih kontekstual, inovatif, dan berdampak nyata bagi pembentukan karakter generasi muda Banyumas.

