PURWOKERTO – Awal Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum penting bagi gerakan perkaderan di lingkungan Muhammadiyah. Menjawab tantangan zaman, SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto mengawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dipadukan dengan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) sebagai langkah awal membentuk karakter peserta didik baru.
Kegiatan tersebut mengusung jargon BERAKSI (Bertaqwa, Berprestasi, Kreatif, Kolaboratif, dan Komunikatif) sebagai landasan pembentukan pelajar Muhammadiyah yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, serta siap menghadapi perkembangan zaman.

Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai halaman sekolah sejak Senin pagi. Ratusan peserta didik baru mengikuti Upacara Pembukaan MPLS dan Fortasi yang dipimpin oleh Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto, Didi Purwanto, S.Pd. Upacara tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pengenalan lingkungan sekolah sekaligus proses kaderisasi awal bagi para siswa.
IPM Ambil Peran dalam Fortasi
Di lingkungan sekolah Muhammadiyah, Fortasi bukan sekadar kegiatan orientasi, melainkan pintu masuk pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Setelah upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan di ruang seminar dengan materi “Pengenalan Warga dan Lingkungan Sekolah: Adaptasi dan Identitas Diri” yang disampaikan oleh Dhiafina Elisa Putri, S.Pd., Gr.
Sementara itu, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto mengambil peran aktif dalam mendampingi peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah. Bersama Faiz Muhammad Nur, S.Pd., para pengurus IPM memandu siswa berkeliling mengenali berbagai fasilitas sekolah sekaligus menumbuhkan semangat kepemimpinan, kolaborasi, dan budaya organisasi sejak hari pertama.
Berbagai sesi penguatan karakter turut mewarnai kegiatan, di antaranya:
– Perkenalan guru dan tenaga kependidikan yang dipandu Kurnia Widiasih, S.Pd.
– Materi “Rukun Sama Teman” oleh Wanti Kurniasih, S.Pd. sebagai upaya membangun ukhuwah dan kebersamaan antarsiswa.
– Penguatan Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) yang disampaikan Unik Abidah Rahman, S.Pd. sebagai bagian dari pembiasaan akhlak mulia di lingkungan sekolah.
Penguatan Karakter dan Pencegahan NAPZA
Komitmen membangun karakter peserta didik juga diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Dalam rangkaian MPLS, sekolah menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya dan pencegahan NAPZA sebagai bentuk perlindungan dini bagi para pelajar.
Melalui semangat BERAKSI, SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto menanamkan lima karakter utama kepada seluruh peserta didik, yaitu:
– Bertaqwa, melalui penguatan akidah dan AIK.
– Berprestasi, dengan mendorong pencapaian akademik maupun nonakademik.
– Kreatif, melalui pengembangan inovasi dan kemampuan memecahkan masalah.
– Kolaboratif, dengan membangun budaya gotong royong dan kerja sama.
– Komunikatif, melalui pembiasaan menyampaikan gagasan secara santun dan efektif.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan evaluasi bersama pengurus IPM, salat berjamaah, serta makan siang bersama. Kolaborasi antara MPLS dan Fortasi ini menjadi bukti bahwa SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, keislaman, dan semangat berkemajuan sebagai bekal menjadi kader Muhammadiyah sekaligus generasi bangsa yang unggul.

