PURBALINGGA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., menghadiri sekaligus menyampaikan tausiyah dalam Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 H yang digelar di Lapangan Krida Utama, Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Limbangan itu dihadiri sekitar 10.000 warga Muhammadiyah.
Mengusung tema “Muharram sebagai Muhasabah dan Persatuan Umat”, tabligh akbar tersebut turut dihadiri Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, jajaran Forkopimda, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan ‘Aisyiyah (PDA) Purbalingga, organisasi otonom Muhammadiyah, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), para guru, pegawai, serta tokoh masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Abdul Mu’ti mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat filantropi Islam untuk memajukan pendidikan sekaligus mempererat persatuan umat.
Menurutnya, kekuatan umat tidak hanya dibangun melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang diwujudkan dalam zakat, infak, sedekah, wakaf, hibah, dan hadiah.
> “Untuk menjadi umat yang kuat yaitu melaksanakan filantropi Islam berupa sedekah, zakat, infak, wakaf, hibah, dan hadiah. Semua diberikan kepada manusia karena iman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dana filantropi harus dikelola secara amanah dan produktif, terutama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
> “Mencerdaskan umat adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” katanya.
Abdul Mu’ti juga mengajak para pemimpin meninggalkan pola kepemimpinan yang birokratis dan mempersulit masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik harus mudah, cepat, dan membahagiakan agar mampu membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
> “Ketika membekali Muadz bin Jabal sebagai gubernur, Rasul berpesan untuk mempermudah urusan, bukan mempersulit. Sebagai pemimpin juga harus membahagiakan, jangan menakut-nakuti,” tutur Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan setiap persoalan melalui nasihat dan musyawarah.
> “Kalau salah, berikan nasihat. Kalau ada masalah mari dimusyawarahkan, karena salah satu ciri bangsa Indonesia adalah bangsa yang rukun dan suka bermusyawarah,” tegasnya.
Menutup tausiyahnya, Abdul Mu’ti mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum muhasabah dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Ia mengingatkan agar setiap orang memperbaiki diri sebelum menghakimi orang lain serta mengamalkan ilmu demi kemaslahatan masyarakat.

Di bidang pendidikan, ia menegaskan komitmen pemerintah meningkatkan mutu pendidikan melalui program revitalisasi puluhan ribu sekolah di seluruh Indonesia agar sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak.
> “Mari berhijrah dari kebiasaan yang tidak baik menjadi kebiasaan yang baik, dari kebiasaan yang merusak menjadi kebiasaan yang memperbaiki masyarakat,” pungkas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2002–2006 tersebut.
Sementara itu, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
Menurutnya, Muhammadiyah telah berperan besar melalui lembaga pendidikan, layanan kesehatan, serta berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat yang meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Purbalingga.
> “Kalau Purbalingga ingin maju, Muhammadiyah memiliki peranan yang sentral dan sangat penting bagi daerah ini. Terima kasih kepada Muhammadiyah yang selama ini telah berkontribusi besar memajukan sektor pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Purbalingga,” ujar Fahmi.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang akan membangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Purbalingga dengan nilai investasi sekitar Rp250 miliar.
> “Kami juga berterima kasih atas dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang menghadirkan program pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Purbalingga. Investasi sekitar Rp250 miliar ini diharapkan menjadi pusat pendidikan bagi talenta-talenta terbaik sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Purbalingga di masa depan,” tambahnya.
Ketua Panitia Tabligh Akbar, Dedi Priyantoro, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Abdul Mu’ti dalam kegiatan yang dihadiri warga Muhammadiyah, kalangan guru, dan masyarakat umum tersebut.
Ia berharap tabligh akbar menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam sekaligus semangat bermuhammadiyah di Tahun Baru Hijriah.
> “Gerakan Muhammadiyah harus semakin semarak dengan memperkuat amar makruf nahi mungkar serta terus berhijrah ke arah yang lebih baik demi meraih ridha Allah SWT,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai program Muhammadiyah di tingkat cabang diharapkan mampu memperluas syiar Islam dan mendorong masyarakat untuk memperbanyak amal saleh serta meneladani Rasulullah SAW.
Acara yang berlangsung tertib berkat pengamanan gabungan personel KOKAM Surya Soedirman, kepolisian, dan Pemuda Pancasila itu ditutup dengan pengundian tiga hadiah umrah bagi jamaah yang hadir.
Penerima hadiah umrah tersebut adalah:
Sukmini, Guru MI Muhammadiyah Cabang Purbalingga.
Laeli Rohmatunnangimah, Guru PAUD Al-Hikmah Limbangan.
Yundarti, Guru SD Negeri 2 Cendana.
Tiga hadiah umrah merupakan sumbangan dari Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., Dr. Iwan Junaedi, M.Pd. (Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen), serta Santika Global Travelindo sebagai bentuk apresiasi sekaligus syiar semangat berbagi kepada masyarakat.
Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Purbalingga menjadi pengingat bahwa semangat hijrah tidak berhenti pada refleksi diri, tetapi diwujudkan melalui kepedulian sosial, penguatan pendidikan, dan persatuan umat. Sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus melahirkan gerakan filantropi yang produktif demi membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

