KOKAM Dipersulit AUM? Begini Jawaban Tegas Ketua PDM Banyumas

PURWOKERTO – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas melalui Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) menggelar Workshop Kepemimpinan KOKAM Pemuda Muhammadiyah Banyumas pada Sabtu-Ahad, 13-14 Juni 2026, bertempat di Aula Abu Dardiri, Gedung Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas.

Kegiatan yang mengusung tema “KOKAM Penggerak Umat Menuju Indonesia Berkemajuan” tersebut diikuti kader KOKAM dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas. Workshop menghadirkan narasumber Drs. H. M. Djohar A.S., M.Pd. dan IPDA Yusuf Supriyadi, S.H., dengan moderator Ghofar Taufik, S.E., M.Ak.


Dalam pemaparannya, Drs. H. M. Djohar A.S., M.Pd. menjelaskan bahwa kader KOKAM harus memahami dan mengamalkan karakteristik utama Muhammadiyah sebagai fondasi gerakan. Menurutnya, terdapat lima karakteristik Muhammadiyah yang harus menjadi pedoman kader, yaitu tauhid yang murni dan mencerahkan, Islam Berkemajuan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunah, semangat tajdid (pembaruan), Islam Wasathiyah, serta Islam Rahmatan lil ‘Alamin.

Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah selalu hadir untuk membantu sesama tanpa membedakan suku, warna kulit, pilihan politik maupun agama. Nilai kemanusiaan tersebut harus menjadi bagian dari identitas setiap kader KOKAM dalam menjalankan tugas-tugas sosial dan kemasyarakatan.


Pada sesi diskusi, muncul pertanyaan mengenai masih adanya beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dinilai kurang mendukung kegiatan KOKAM. Menanggapi hal itu, Djohar menegaskan bahwa tugas utama KOKAM adalah menjaga dan mengamankan aset Muhammadiyah sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara KOKAM dan seluruh AUM.

“KOKAM merupakan bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu perlu dibangun komunikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman dan seluruh elemen Muhammadiyah dapat saling menguatkan,” ujar Ketua PDM Banyumas.

Selain itu, Djohar juga menyoroti pentingnya pola kepemimpinan yang baik dan adaptif. Menurutnya, masa depan harus diimpikan sekaligus diperjuangkan melalui peningkatan kapasitas diri dan organisasi. Kader KOKAM dituntut memiliki keterampilan yang terus berkembang agar mampu menjawab tantangan zaman.

Ia juga mendorong adanya ruang kepemimpinan yang setara bagi kader perempuan atau KOKAM Wati sehingga organisasi dapat berkembang secara inklusif dengan melibatkan potensi terbaik kader laki-laki maupun perempuan.

Sementara itu, IPDA Yusuf Supriyadi, S.H. menekankan pentingnya peningkatan kapasitas teknis kader KOKAM. Menurutnya, organisasi perlu membekali anggotanya dengan berbagai keterampilan praktis yang dapat diterapkan saat bertugas di lapangan.

Materi yang disampaikan meliputi pengetahuan dasar kepolisian, gerakan dasar lalu lintas, tindakan pertama di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas, langkah awal penanganan TKP pada peristiwa kriminal, hingga bela diri praktis yang dapat menunjang tugas-tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab, Yusuf juga menanggapi persoalan pajak dan perizinan kegiatan yang sering menjadi kendala organisasi. Ia mengakui bahwa biaya perizinan terkadang melebihi anggaran yang telah disiapkan panitia kegiatan. Karena itu, diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak terkait.

Menurutnya, kerja sama yang selama ini terjalin antara KOKAM dan Polres perlu terus diperkuat guna mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi di lapangan. Ia juga menyoroti masih adanya kader Muhammadiyah yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas AUM, sehingga diperlukan sinergi yang lebih erat antara organisasi otonom, AUM, dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Lebih lanjut, Yusuf menegaskan bahwa seorang kader KOKAM harus memiliki kemampuan beradaptasi di mana pun berada. Kepemimpinan adaptif menjadi kunci agar kader mampu memahami situasi, mengenali potensi diri, memahami kelemahan yang dimiliki, serta mampu bekerja sama dengan berbagai pihak.

“KOKAM harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan perubahan peradaban. Kader harus bangga menjadi bagian dari KOKAM dan siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan Persyarikatan,” tegasnya.

Melalui workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut, PDPM Banyumas berharap lahir kader-kader KOKAM yang memiliki pemahaman ideologi Muhammadiyah yang kuat, kemampuan kepemimpinan yang adaptif, serta keterampilan teknis yang memadai untuk mendukung peran KOKAM sebagai penggerak umat menuju Indonesia yang berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca