JK Kesal Dikaitkan Polemik Ijazah Jokowi, Tegaskan Peran di Balik Karier Politik

JAKARTA — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengungkapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang dinilai kerap mendiskreditkan hubungannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Kekesalan itu muncul di tengah kembali mencuatnya polemik ijazah Jokowi yang ramai diperbincangkan di ruang publik.

Dalam pernyataannya, JK menilai sejumlah narasi yang berkembang tidak hanya menyudutkan dirinya, tetapi juga mengaburkan fakta sejarah perjalanan politik Jokowi. Ia menegaskan bahwa dirinya memiliki peran penting dalam mendorong Jokowi hingga masuk ke panggung politik nasional.

JK mengungkapkan, salah satu momen krusial terjadi saat dirinya meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk mengusung Jokowi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi titik awal yang menentukan dalam karier politik Jokowi.

Keberhasilan Jokowi memimpin Jakarta, lanjut JK, menjadi batu loncatan penting yang membuka jalan menuju level nasional. Dari sana, Jokowi kemudian diusung dalam pemilihan presiden dan akhirnya terpilih sebagai Presiden RI.

Tak hanya itu, JK juga menyinggung perannya dalam Pemilihan Presiden 2014. Ia menyebut bahwa keputusannya maju sebagai calon wakil presiden bukan berasal dari ambisi pribadi, melainkan atas permintaan langsung dari Megawati untuk mendampingi Jokowi dalam kontestasi tersebut.

“Banyak yang seolah melupakan proses itu,” demikian kira-kira pesan yang ingin disampaikan JK terkait polemik yang berkembang.

Menurut JK, berbagai tudingan yang mengaitkan dirinya dengan isu-isu yang tidak relevan, termasuk polemik ijazah, merupakan bentuk distorsi terhadap fakta yang sebenarnya. Ia menilai publik perlu melihat kembali perjalanan politik tersebut secara utuh dan proporsional.

Pernyataan JK ini sekaligus menjadi penegasan bahwa hubungan politiknya dengan Jokowi dibangun melalui proses panjang dan kontribusi nyata, bukan sekadar narasi yang berkembang belakangan.

Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, JK berharap polemik yang tidak berdasar tidak terus diperbesar, sehingga perhatian publik dapat kembali difokuskan pada isu-isu yang lebih substansial.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca