BANYUMAS, 18 April 2026 — Penampilan Tari Saman dari SMP Muhammadiyah Purwojati menjadi pembuka yang memikat dalam Seminar Nasional bertema “Penguatan Ketahanan Pangan di Indonesia dan Peran Muhammadiyah dalam Membangun Ekosistem Ketersediaan Pangan Berkelanjutan: Ketahanan Pangan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045” yang digelar di Gedung Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu, 18 April 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, bersama jajaran akademisi dan tokoh Muhammadiyah.
Sebanyak sembilan siswi SMP Muhammadiyah Purwojati tampil kompak dan energik membawakan Tari Saman, menghadirkan nuansa budaya Nusantara di tengah forum ilmiah berskala nasional. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta yang memenuhi auditorium.
Kepala SMP Muhammadiyah Purwojati, Nur Khasbi, menyampaikan bahwa keikutsertaan siswa dalam acara berskala nasional tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan karakter, bukan sekadar penampilan seremonial.
“Momentum ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar tampil percaya diri di ruang publik sekaligus memperkuat jati diri mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan ekstrakurikuler Tari Saman di sekolahnya diarahkan tidak hanya untuk pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sarana pembentukan nilai-nilai kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Gerakan yang serempak menuntut konsentrasi tinggi, sehingga melatih siswa untuk saling percaya dan bekerja dalam satu ritme.
Menurut dia, tampil di hadapan pejabat negara dan forum nasional menjadi bukti bahwa siswa mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam kegiatan yang lebih luas.
Nur Khasbi berharap pengalaman tersebut dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berbudaya, dan siap mengambil peran dalam mendukung pembangunan, termasuk dalam isu strategis seperti ketahanan pangan nasional.

