PURWOKERTO – Negara melalui Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia resmi menyerahkan pengelolaan gedung prestisius UMP President Tower kepada Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Prosesi berlangsung khidmat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Ahad (12/4/2026), disaksikan ratusan tamu undangan dan civitas akademika.
Penyerahan dilakukan oleh Usman Hermanto, S.T. M.Eng., Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Prasarana yang mewakili pemerintah pusat. Dokumen serah kelola diterima langsung oleh Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menandai dimulainya babak baru pengelolaan salah satu gedung termegah di lingkungan kampus Muhammadiyah di Jawa Tengah.

Dari Infrastruktur ke Lompatan Peradaban
UMP President Tower bukan sekadar bangunan tinggi dengan desain modern. Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat keunggulan akademik, khususnya bagi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), sekaligus simbol lompatan kualitas pendidikan tinggi di Banyumas.
Dalam sambutannya, Usman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang negara.
> “Gedung ini harus hidup. Harus melahirkan inovasi, riset, dan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kehadiran gedung ini tidak berhenti pada aspek fisik, melainkan harus berdampak langsung pada kualitas lulusan dan kontribusi keilmuan.
Amanah Besar untuk UMP
Rektor UMP, Jebul Suroso, menyebut serah kelola ini sebagai amanah strategis, bukan sekadar formalitas administratif.
> “Ini bukan hanya serah terima gedung. Ini adalah kepercayaan besar dari negara kepada UMP untuk terus melaju menjadi kampus unggul dan berdaya saing global,” tegasnya.
Menurutnya, UMP President Tower akan menjadi pusat pengembangan inovasi, layanan pendidikan modern, serta penguatan ekosistem riset yang terintegrasi.

Ikon Baru Banyumas
Dengan berdirinya UMP President Tower, lanskap pendidikan di Kabupaten Banyumas semakin menguat. Gedung ini diproyeksikan menjadi ikon baru, tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi kemajuan daerah.
Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima dan sesi foto bersama, mengabadikan momen penting kolaborasi antara negara dan institusi pendidikan dalam membangun masa depan.
Di tengah tantangan global, langkah ini menjadi penegas bahwa investasi pada pendidikan tetap menjadi jalan utama menuju kemajuan bangsa.

