Tottenham di Ujung Tanduk: Terjerumus ke Zona Degradasi, Tujuh Laga Jadi Penentuan



LONDON – Musim 2025/2026 berubah menjadi periode krisis bagi Tottenham Hotspur. Klub yang dalam beberapa tahun terakhir identik dengan papan atas Liga Inggris kini justru terperosok ke zona degradasi, menyisakan ancaman nyata turun kasta.

Sejumlah laporan media menyebut posisi Spurs merosot ke tiga terbawah klasemen setelah rangkaian hasil negatif. Kekalahan demi kekalahan, ditambah hasil pertandingan tim pesaing, memperburuk situasi. Kemenangan West Ham United atas Wolverhampton Wanderers menjadi salah satu faktor yang mendorong Tottenham masuk ke zona merah.

Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, ruang untuk memperbaiki keadaan semakin sempit. Spurs kini harus bersaing ketat dengan tim-tim papan bawah lain yang juga berjuang menghindari degradasi. Selisih poin yang tipis membuat setiap laga menjadi krusial—satu hasil buruk dapat semakin menenggelamkan posisi mereka.

Di bawah asuhan Ange Postecoglou, Tottenham sebenarnya sempat menunjukkan identitas permainan menyerang. Namun dalam praktiknya, pendekatan tersebut menyisakan celah besar di lini pertahanan. Spurs tercatat kerap kebobolan dalam situasi krusial dan gagal mempertahankan keunggulan.

Selain itu, inkonsistensi performa menjadi persoalan utama. Dalam beberapa pekan terakhir, Tottenham kesulitan mengumpulkan poin secara beruntun. Ketergantungan terhadap pemain kunci seperti Son Heung-min juga belum cukup untuk mengangkat performa tim secara keseluruhan.

Tekanan kini tidak hanya datang dari klasemen, tetapi juga dari ekspektasi publik. Sebagai klub dengan sumber daya besar dan sejarah panjang di kompetisi elite Inggris, keberadaan Tottenham di zona degradasi menjadi anomali.

Tujuh laga tersisa akan menjadi penentu segalanya. Jika mampu meraih poin maksimal, Spurs masih memiliki peluang bertahan di Liga Inggris. Namun jika tren negatif berlanjut, Tottenham berpotensi mencatat salah satu degradasi paling mengejutkan dalam sejarah kompetisi.

Di tengah ketatnya persaingan musim ini, yang juga diwarnai pertarungan papan atas seperti Arsenal dan Manchester City, drama sesungguhnya justru terjadi di papan bawah. Dan Tottenham kini berada di pusat pusaran krisis tersebut.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca