Muhammadiyah Banyumas Tancap Gas: Pembelajaran Kompetisi Siap Cetak Generasi Juara

PURWOKERTO — Terobosan berani digulirkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas dalam upaya mentransformasi pendidikan. Di hadapan ribuan guru di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (11/4/2026), Ketua PDM Banyumas, Drs. K.H. M. Djohar, melontarkan gagasan progresif: pembelajaran dengan metode kompetisi.

Gagasan ini disebut sebagai jawaban atas tantangan pendidikan modern yang menuntut siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, adaptif, dan bermental juara.

Tinggalkan Pola Pasif, Masuk Era Kompetitif

Dalam pemaparannya, Djohar menilai sistem pembelajaran konvensional yang cenderung pasif harus segera ditinggalkan. Menurutnya, sekolah perlu menciptakan ekosistem yang mendorong siswa untuk aktif bersaing secara sehat.

“Kita harus berani berubah. Pembelajaran tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi harus melatih mental kompetisi siswa,” tegasnya.

Metode ini menekankan pada pemberian tantangan, target capaian, hingga evaluasi berbasis performa yang terukur. Siswa didorong untuk berkompetisi dalam berbagai aspek akademik, karakter, hingga keterampilan.

Kompetisi Bukan Sekadar Menang-Kalah

Djohar menegaskan, kompetisi yang dimaksud bukan sekadar mencari siapa yang terbaik, melainkan membangun budaya unggul dalam diri setiap siswa.

“Kompetisi itu membentuk daya juang. Yang kita bangun adalah semangat untuk terus lebih baik, bukan sekadar mengalahkan teman,” ujarnya.

Dalam skema ini, guru berperan sebagai fasilitator sekaligus motivator yang menciptakan ruang kompetisi sehat dan edukatif di dalam kelas maupun lingkungan sekolah.

Sinkron dengan “10 Keunggulan”

Konsep pembelajaran berbasis kompetisi ini selaras dengan program “10 Keunggulan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Banyumas” yang sebelumnya dipaparkan H. Asep Saeful Anwar.

Melalui pendekatan kompetitif, setiap indikator keunggulan, mulai dari hafalan Al-Qur’an, penguasaan teknologi, hingga jiwa kewirausahaan, dapat dicapai dengan lebih terukur dan dinamis.

Menuju Generasi Petarung Berakhlak

Dengan terobosan ini, Muhammadiyah Banyumas menegaskan posisinya sebagai pelopor pendidikan berkemajuan di tingkat daerah. Metode kompetisi diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki mental petarung dan akhlak yang kuat.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat: pendidikan Muhammadiyah tidak akan berjalan di tempat, tetapi terus berinovasi menghadapi zaman.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca