72 Siswa Keracunan MBG, DPR Desak Dapur Gizi Ditutup Permanen

JAKARTA — Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan sementara mengarah pada makanan jenis spageti yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Para siswa sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Hingga Minggu, 5 April 2026, sekitar 50 siswa masih dalam penanganan medis, sementara kondisi lainnya dilaporkan mulai membaik.

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, bereaksi keras atas insiden tersebut. Ia menilai sanksi penghentian sementara terhadap SPPG Pondok Kelapa tidak cukup. Menurut dia, dapur penyedia makanan yang terbukti lalai harus ditutup permanen dan dicabut izin operasionalnya.

“Penutupan permanen adalah bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus instrumen efek jera,” kata Charles dalam keterangannya, Ahad.

Komisi IX juga mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap rantai penyediaan makanan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi. Pengawasan, menurut dia, perlu diperketat dengan melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara lebih intensif.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan tengah menyelidiki penyebab pasti keracunan. Pemerintah daerah menunggu hasil uji laboratorium sebelum menyimpulkan sumber masalah secara definitif.

Kasus ini kembali menyoroti aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG yang menyasar kelompok rentan seperti siswa sekolah. Sejumlah pihak menilai insiden berulang menjadi sinyal perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar higienitas dan pengawasan program tersebut.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca