Pekan Dakwah Ramadan: 38 Siswa SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Terjun ke 17 Masjid dan Musala Karanglewas

BANYUMAS — Suasana halaman Masjid Baitul Hikmah di Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, tampak lebih ramai dari biasanya pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Ratusan warga berkumpul menyaksikan pagelaran seni religi berupa HadrohMu dan pertunjukan Wayang 1 Jaman yang sarat pesan dakwah.

Kegiatan itu menjadi penutup rangkaian Pekan Dakwah Ramadan 2026 yang digelar oleh SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto selama sepekan di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karanglewas, Kabupaten Banyumas.

Selama periode 9–14 Maret 2026, sebanyak 38 siswa sekolah tersebut diterjunkan ke tujuh wilayah ranting Muhammadiyah di Karanglewas. Mereka ditempatkan di ranting Karanglewas Kidul, Pasir Wetan, Karanggude, Karangkemiri, Margasari, Singasari, dan Damaraja.

Ketua Panitia Pekan Dakwah Ramadan 2026, H. M. Sugeng, M.Pd mengatakan kegiatan itu dirancang sebagai proses pembelajaran dakwah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Para siswa tidak hanya mengikuti kegiatan simbolik, tetapi juga mengambil peran aktif di tengah warga.

“Mereka menjadi imam salat tarawih di 17 masjid dan musala, mengajar di sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, dan TPQ, sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat,” kata Sugeng dalam keterangan kegiatan.

Selain aktivitas dakwah, panitia juga menyelenggarakan kegiatan sosial berupa bazar murah serta pembagian 130 paket sembako kepada warga di tujuh ranting Muhammadiyah wilayah Karanglewas.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karanglewas, Nardjo, menilai kehadiran para siswa selama sepekan memberi dampak positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Menurut dia, para siswa tidak hanya belajar, tetapi juga turut menghidupkan kegiatan dakwah di masjid dan musala.

“Kami bersyukur dan bangga. Kehadiran mereka memberi warna baru bagi kehidupan dakwah di Karanglewas,” ujarnya.

Ia menilai kemampuan siswa dalam menjadi imam salat, mengajar di TPQ, hingga menyampaikan kultum menunjukkan bahwa proses kaderisasi di lingkungan sekolah berjalan baik.

Puncak kegiatan ditandai dengan pengajian akbar melalui pagelaran Wayang 1 Jaman yang dibawakan oleh Imam Suyanto. Melalui pendekatan seni budaya, dalang menyampaikan pesan dakwah dengan mengangkat kisah-kisah moral yang dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Menurut Imam Suyanto, kolaborasi antara amal usaha Muhammadiyah dan pimpinan organisasi di tingkat cabang maupun ranting menjadi ruang strategis dalam menyiapkan kader dakwah generasi muda.

“Sinergi antara AUM, PCM, dan PRM menjadi wadah pembinaan generasi muda agar siap menjadi juru dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat,” katanya.

Bagi para siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman langsung belajar kepemimpinan, pengabdian, dan praktik dakwah di tengah masyarakat. Pekan Dakwah Ramadan, menurut panitia, diharapkan dapat memperkuat proses kaderisasi serta menanamkan nilai Islam Berkemajuan sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca