Jakarta – Gelombang mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan sangat besar. Pemerintah memprediksi sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan pulang kampung tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 76,24 juta orang memilih menggunakan mobil, menjadikannya moda transportasi paling dominan.
Karena itu, ada satu tanggal yang sebaiknya dihindari jika tidak ingin terjebak kemacetan panjang.
Puncak Arus Mudik
Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran, yakni Rabu, 18 Maret 2026. Pada hari ini, volume kendaraan diperkirakan membludak di berbagai jalur utama, terutama Tol Trans Jawa.
Lonjakan kendaraan biasanya terjadi 3–5 hari sebelum Lebaran, ketika masyarakat mulai mengambil cuti dan memulai perjalanan pulang kampung.
Artinya, 17–19 Maret 2026 menjadi periode paling rawan macet.
Puncak Arus Balik
Sementara itu, arus balik diprediksi mencapai puncaknya pada Jumat, 27 Maret 2026 (H+6 Lebaran). Pada periode ini kendaraan dari daerah kembali menuju kota-kota besar.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Untuk mengurai kepadatan kendaraan, pemerintah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di Tol Trans Jawa, antara lain:
One way: 17–20 Maret 2026 (arus mudik)
One way arus balik: 23–29 Maret 2026
Contraflow di Tol Jakarta–Cikampek
Sistem ganjil genap di beberapa ruas tol utama
Tips Agar Tidak Terjebak Macet
Jika ingin perjalanan lebih lancar, pemudik disarankan:
Berangkat lebih awal (H-6 sampai H-5)
Menghindari tanggal 17–19 Maret
Memantau rekayasa lalu lintas dan kondisi tol
Dengan jumlah pemudik yang sangat besar tahun ini, perencanaan waktu keberangkatan menjadi kunci agar perjalanan mudik tetap nyaman dan tidak terjebak kemacetan berjam-jam di jalan.

