Iran Tak Gentar Invasi Darat, Trump: Itu Buang-buang Waktu
TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pernyataan saling sindir dari kedua pihak terkait kemungkinan invasi darat di tengah konflik yang terus meluas di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya tidak takut jika Amerika Serikat dan sekutunya melakukan invasi darat. Dalam wawancara dengan NBC News dari Teheran, ia bahkan menyatakan Iran siap menghadapi serangan tersebut.
“Tidak, kami menunggu mereka,” kata Araghchi ketika ditanya apakah Iran khawatir terhadap kemungkinan invasi darat AS. Ia menambahkan bahwa langkah itu justru akan menjadi bencana besar bagi pihak penyerang.
Menurut Araghchi, militer Iran telah mempersiapkan diri untuk berbagai skenario perang. Ia menegaskan Republik Islam Iran tetap berkomitmen melawan apa yang disebutnya sebagai agresi dari Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik yang semakin meluas sejak serangan militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Iran menilai operasi tersebut sebagai bentuk agresi langsung terhadap kedaulatannya.ung dibalas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump mengatakan pengiriman pasukan darat ke Iran tidak diperlukan dan hanya akan menjadi “buang-buang waktu”.
“Itu buang-buang waktu. Mereka telah kehilangan segalanya. Mereka telah kehilangan angkatan laut mereka. Mereka telah kehilangan semua yang bisa hilang dari mereka,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan NBC News.
Trump juga menyebut komentar Araghchi mengenai kesiapan Iran menghadapi invasi sebagai “komentar yang sia-sia”. Ia mengindikasikan bahwa Amerika Serikat lebih memilih menghancurkan kemampuan militer Iran tanpa harus melakukan invasi darat skala penuh.
Lebih jauh, Trump memberi sinyal bahwa Washington ingin melihat perubahan kepemimpinan di Iran. Ia bahkan mengklaim telah memiliki usulan mengenai sosok yang bisa menjadi pemimpin baru Iran, meski menolak menyebutkan nama.
Ketegangan antara kedua negara meningkat tajam setelah serangkaian serangan udara dan rudal terjadi di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Serangan tersebut menargetkan berbagai infrastruktur militer Iran, sementara Teheran membalas dengan peluncuran rudal dan drone ke sejumlah target yang terkait dengan Israel dan sekutunya.
Situasi ini memicu kekhawatiran internasional akan meluasnya konflik menjadi perang regional yang lebih besar di Timur Tengah. Hingga kini, belum ada tanda-tanda kedua pihak akan meredakan ketegangan atau kembali ke meja perundingan.

