WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan murka setelah dua sekutu negaranya menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer untuk kepentingan serangan terhadap Iran.
Dilansir dari laporan media internasional, Trump secara terbuka melontarkan kekecewaannya terhadap sikap dua negara sekutu tersebut, yakni Spanyol dan Inggris.
Spanyol Tolak, Trump Ancam Putus Dagang
Pemerintah Spanyol disebut tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer di wilayahnya untuk operasi militer AS. Sikap itu memicu kemarahan Trump.
Trump bahkan mengancam akan menghentikan hubungan dagang dengan Spanyol. Ia menilai sikap Madrid tidak mencerminkan solidaritas sebagai sekutu dekat Washington.
Sementara itu, pemerintah Spanyol menegaskan bahwa penggunaan pangkalan militer harus sesuai hukum internasional dan tidak bisa digunakan untuk operasi yang dianggap ofensif tanpa dasar hukum jelas.
Inggris Dinilai Kurang Tegas
Selain Spanyol, Trump juga menyinggung sikap Inggris. Meski memiliki kerja sama pertahanan erat dengan AS, London disebut tidak langsung menyetujui penggunaan pangkalan militernya untuk kepentingan serangan.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dikabarkan mengambil sikap hati-hati terkait eskalasi konflik dengan Iran. Pemerintah Inggris disebut lebih memilih pendekatan diplomatik ketimbang terlibat langsung dalam potensi serangan.
Trump pun menyampaikan kritik terbuka dan mempertanyakan komitmen sekutunya dalam mendukung kebijakan keamanan AS.
Ketegangan dengan Iran Memanas
Kemarahan Trump terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Situasi di kawasan Timur Tengah belakangan kembali memanas, memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas.
Penolakan dua sekutu tersebut dinilai bisa berdampak pada hubungan diplomatik dan kerja sama militer jangka panjang dengan Washington.
Hingga kini, belum ada pernyataan lanjutan dari Gedung Putih terkait langkah konkret yang akan diambil menyusul penolakan tersebut.

