Syiar Kreatif Ramadan, Santri TPQ Nur Hidayah Belajar Bikin Burger di Purwokerto

PURWOKERTO – Suasana berbeda terlihat di outlet Burger Bangor kawasan GOR Satria, Purwokerto, Rabu, 25 Februari 2026. Sebanyak 20 santri TPQ Nur Hidayah Tanjung mengikuti kegiatan buka puasa bersama dengan konsep tak biasa: belajar meracik burger secara langsung.

Kegiatan ini merupakan undangan dari pihak Burger Bangor yang ingin berbagi kebahagiaan bersama anak-anak TPQ pada momentum Ramadan. Karena kuota terbatas, pengelola TPQ memilih 20 santri senior yang dinilai lebih siap mengikuti kegiatan di luar lingkungan masjid.

Sejak pukul 16.00 WIB, para santri telah berkumpul di Masjid Nur Hidayah Tanjung, Jalan Pahlawan Gang IX, sebelum berangkat bersama menuju lokasi acara. Setibanya di sana, mereka mendapat pengarahan singkat dari kru outlet mengenai cara menyusun roti, daging, sayuran, dan saus menjadi satu sajian burger utuh.

Keceriaan tampak saat para santri mengenakan perlengkapan memasak dan mencoba peran sebagai “chef” cilik. Tawa dan antusiasme mengiringi setiap tahap peracikan. Bagi sebagian anak, pengalaman tersebut menjadi hal baru yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Ustadzah Arie, salah satu pendamping TPQ Nur Hidayah, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar buka puasa bersama, tetapi juga sarana pembelajaran nonformal bagi anak-anak.

“Anak-anak sangat senang. Selain berbuka bersama, mereka belajar membuat burger sendiri. Ini pengalaman yang membekas dan semoga menjadi penyemangat mereka dalam menjalani puasa,” ujar Arie di sela kegiatan.

Menjelang waktu Magrib, seluruh peserta mengikuti instruksi dengan tertib. Momen berbuka puasa bersama menjadi puncak acara, ditandai dengan doa dan santap hidangan hasil racikan masing-masing.

Respons positif datang dari para wali santri. Melalui pesan singkat di grup koordinasi, sejumlah orang tua menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan tersebut. Mereka menilai kegiatan luar ruang seperti ini mampu menumbuhkan semangat berpuasa sekaligus mempererat kebersamaan.

Salah satu wali santri menyebut anaknya pulang dengan wajah ceria dan cerita panjang tentang pengalaman meracik burger. “Katanya seru sekali. Jadi makin semangat puasanya,” tulisnya.

Pengelola TPQ Nur Hidayah berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Mereka menilai pendekatan dakwah yang menggembirakan dan kreatif dapat menjadi cara efektif membangun kedekatan emosional antara santri, pengajar, dan masyarakat.

Di tengah rutinitas pembelajaran mengaji, kegiatan semacam ini menjadi warna tersendiri menghadirkan Ramadan yang tidak hanya khusyuk, tetapi juga penuh keceriaan.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca