BREAKING NEWS: Pelaku Pemukulan Remaja ‘Mokel’ di Banyumas Diamankan, Ini Fakta-fakta di Baliknya

Banyumas — Kasus pemukulan terhadap remaja yang kedapatan makan saat puasa atau “mokel” di Lapangan Tumepek, Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, memasuki babak baru. Polisi mengamankan terduga pelaku dan melakukan pendalaman atas peristiwa yang sempat viral di media sosial itu.

Penanganan kasus dilakukan oleh Polsek Pekuncen di bawah Polresta Banyumas. Aparat memastikan pelaku sudah dimintai keterangan guna mengungkap detail kejadian.

Kronologi di Balik Video 27 Detik

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (20/2). Dalam video berdurasi sekitar 27 detik yang beredar di Instagram dan TikTok, terlihat seorang remaja tengah menyantap nasi bungkus di sudut lapangan. Tak lama, seorang pemuda menghampiri dan memukul bagian belakang kepala korban sebanyak dua kali.

Dari penelusuran, korban diketahui merupakan pelajar asal Desa Pekuncen. Ia datang ke lapangan bersama temannya dan mengaku tidak kuat berpuasa. Aksi makan di ruang terbuka itu kemudian memicu reaksi sekelompok pemuda setempat.

Sumber kepolisian menyebutkan, antara korban dan pelaku tidak saling mengenal sebelumnya. Tidak ada konflik pribadi sebelum kejadian.

Motif: Teguran Berujung Kekerasan?

Berdasarkan hasil klarifikasi awal, pemukulan dipicu anggapan bahwa tindakan makan di tempat umum saat puasa dianggap tidak menghormati warga sekitar. Namun, alih-alih menegur secara lisan, pelaku justru melakukan kekerasan fisik.

Sejumlah warga yang ditemui menyayangkan aksi tersebut. Mereka menilai persoalan sosial seharusnya diselesaikan melalui pendekatan persuasif, bukan tindakan main hakim sendiri.

Proses Hukum atau Damai?

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kepolisian membuka ruang penyelesaian melalui pendekatan restorative justice, mengingat para pihak yang terlibat masih berusia muda. Meski demikian, proses pemeriksaan tetap berjalan untuk memastikan unsur pidana terpenuhi atau tidak.

Langkah mediasi sebelumnya juga difasilitasi oleh Polresta Banyumas, dengan menghadirkan orang tua kedua belah pihak.

Fenomena ‘Mokel’ dan Vigilantisme

Kasus ini menyorot dua isu sekaligus: fenomena remaja yang tidak berpuasa dan munculnya tindakan vigilante di ruang publik. Di satu sisi, masyarakat ingin menjaga norma Ramadan. Namun di sisi lain, tindakan kekerasan tanpa kewenangan hukum justru berpotensi memicu persoalan baru.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh video viral dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada aparat.

Kasus ini kini dalam pengawasan aparat setempat untuk memastikan situasi tetap kondusif di wilayah Pekuncen.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca