JAKARTA — Pemerintah memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara dan aparat keamanan mulai disalurkan pada 26 Februari 2026. Kebijakan ini berlaku untuk pegawai negeri sipil (PNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), anggota Polri, prajurit TNI, serta para pensiunan.
Langkah tersebut menandai perubahan dari pola sebelumnya, yang lazimnya mencairkan THR sekitar H-10 menjelang Lebaran. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut percepatan ini sebagai bagian dari strategi mendorong konsumsi rumah tangga sejak kuartal pertama 2026.
Menurut dia, percepatan pencairan memberi ruang bagi masyarakat untuk membelanjakan kebutuhan Ramadan dan Lebaran secara lebih terencana. “Dengan dana tersedia lebih awal, belanja tidak menumpuk di satu waktu,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya.
Ekonom menilai kebijakan ini berpotensi menggerakkan ekonomi lebih cepat. Konsumsi rumah tangga selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan domestik. Ketika dana THR mengalir pada akhir Februari, perputaran uang di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga sektor usaha kecil diperkirakan meningkat lebih awal.
Selain mendorong belanja, percepatan ini juga diharapkan meredam lonjakan harga menjelang hari raya. Jika permintaan tidak terkonsentrasi pada satu periode sempit menjelang Lebaran, tekanan terhadap harga bahan pokok dapat lebih terkendali. Distribusi belanja yang lebih merata memberi kesempatan pedagang mengatur stok secara bertahap.
Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, arus kas yang datang lebih cepat menjadi tambahan modal untuk menyiapkan persediaan Ramadan. Sementara bagi rumah tangga, dana yang cair sejak akhir Februari dapat mengurangi kebutuhan berutang untuk memenuhi kebutuhan awal puasa.
Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan agar pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dan memastikan kesiapan anggaran. Percepatan pencairan membutuhkan perencanaan kas negara yang presisi agar tidak mengganggu belanja prioritas lain.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap momentum Ramadan 2026 tidak hanya menjadi penggerak konsumsi musiman, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun.

