Banyumas – Ratusan siswa SMP Muhammadiyah Rawalo menggelar Pawai Tarhib Ramadhan sebagai wujud sukacita menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan yang diikuti siswa kelas VII, VIII, dan IX itu berlangsung meriah dengan rute mengelilingi desa-desa sekitar sekolah sejauh lebih dari dua kilometer, Jumat (13/2/2026).
Sebanyak 155 peserta yang terdiri dari guru dan siswa tampak antusias menyusuri jalanan desa. Rute pawai dimulai dari sekolah menuju arah utara ke Ranting Rawa Cangkring, lalu bergerak ke barat menuju Ranting Kali Rungga. Rombongan kemudian berbelok ke selatan menuju Ranting Lebak Munthang, lurus hingga Ranting Babakan, dan kembali ke Rawa Cangkring sebelum finis di sekolah.
Sepanjang perjalanan, para siswa menikmati hijaunya hamparan persawahan yang membentang luas. Udara pagi yang sejuk berpadu dengan lantunan shalawat membuat suasana terasa syahdu sekaligus penuh kegembiraan.

Para siswa juga membawa poster hasil karya sendiri berisi ajakan berpuasa, memperbanyak sedekah, menjaga lisan, hingga menghidupkan ibadah tarawih. Poster tersebut dipersiapkan di kelas sebagai bagian dari pembelajaran nilai keagamaan yang dipadukan dengan kreativitas. Seruan melalui pengeras suara turut menggema, mengajak masyarakat menyambut Ramadhan dengan hati gembira dan kesiapan spiritual.
Kegiatan secara resmi dilepas Kepala SMP Muhammadiyah Rawalo, Murtafingah Ekaningrum. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh siswa menyambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan.
“Marhaban ya Ramadan. Menyambut bulan suci Ramadan dengan kegembiraan, kelapangan jiwa, serta kesiapan fisik dan mental. Anak-anakku juga harus ikut bergembira,” ujarnya.
Ia menegaskan, Tarhib Ramadhan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum membangun kesiapan spiritual serta pembiasaan ibadah sejak usia sekolah menengah.
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam, Reza Arifin Rahman, menyebut kegiatan ini sebagai sarana dakwah yang edukatif dan menyenangkan. Menurutnya, momentum Tarhib Ramadhan penting untuk menanamkan nilai spiritual agar siswa tidak memandang Ramadhan sebagai rutinitas tahunan semata, tetapi sebagai kesempatan memperbaiki diri.

Sepanjang rute pawai, warga tampak menyambut hangat kegiatan tersebut. Sejumlah warga terlihat tersenyum, melambaikan tangan, bahkan mengabadikan momen kebersamaan para siswa yang membawa poster kreatif sebagai pengingat bulan suci segera tiba.
Salah satu siswa kelas VII, Azzaliya, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia merasa bangga dapat menyuarakan ajakan menyambut Ramadhan bersama teman-temannya.
“Tadi seru dan menginspirasi orang-orang. Kita mengingatkan bahwa besok sudah Ramadhan, harus tarawih dan puasa,” tuturnya.
Pawai Tarhib Ramadhan ini menjadi bagian dari program sekolah dalam menanamkan nilai religius, kemandirian, kreativitas, serta kepedulian sosial kepada siswa. Melalui kegiatan tersebut, semangat menyambut Ramadhan 1447 H diharapkan tidak hanya terasa di lingkungan sekolah, tetapi juga menyebar ke tengah masyarakat.
(Tarqum Aziz JurnalisMu Banyumas Raya/ Murtafingah Ekaningrum).

