Keracunan Program MBG, Bupati Lombok Tengah: Wajar, Jangan Diributkan

NTB – Kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah mendapat respons langsung dari Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri. Ia menilai insiden tersebut bukan masalah besar dan meminta media tidak mengembangkan isu secara berlebihan.

“Jangan dikembang-kembangkan,” kata Pathul menanggapi pemberitaan kasus dugaan keracunan MBG, Senin (10/2/2026).

Pathul menyebut, jika dibandingkan dengan jumlah penerima manfaat MBG yang mencapai ribuan orang, kasus dugaan keracunan yang terjadi hanya melibatkan sebagian kecil saja. Menurutnya, dalam program berskala besar, kejadian seperti ini masih bisa terjadi dan tidak serta-merta menunjukkan kegagalan program.

“Kalau satu dua kejadian dibanding ribuan yang menerima, itu masih wajar,” ujarnya.

Ia juga meminta media dan publik melihat persoalan tersebut secara proporsional. Pathul menegaskan pemerintah daerah tetap melakukan evaluasi dan penanganan, namun tidak ingin insiden ini menimbulkan kegaduhan yang berlebihan di ruang publik.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan MBG di Lombok Tengah dilaporkan menimpa sejumlah siswa sekolah setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Para siswa sempat mengalami keluhan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis. Aparat serta dinas terkait telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pernyataan Bupati Lombok Tengah tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Di media sosial, sejumlah warganet mempertanyakan standar keamanan dan pengawasan makanan dalam program yang menyasar anak-anak sekolah. Tak sedikit yang menilai aspek keselamatan penerima manfaat seharusnya menjadi perhatian utama.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak dan kelompok rentan. Karena itu, setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan dalam program ini menjadi sorotan publik.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari CARAKAMU

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca