Purwokerto — Upaya memperkuat kualitas dakwah di tingkat akar rumput terus dilakukan Muhammadiyah. Salah satunya melalui Pelatihan Imam dan Khatib Masjid Muhammadiyah se-Banyumas Raya Plus yang akan digelar pada Ahad, 15 Februari 2026.
Kegiatan ini ditujukan bagi utusan PCM dan masjid Muhammadiyah di wilayah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, dan Brebes. Fokus pelatihan diarahkan pada peningkatan kapasitas, kompetensi, serta kualitas imam dan khatib agar mampu menjawab tantangan dakwah masjid yang kian kompleks.
Pelatihan dirancang dalam format Training of Trainers (TOT). Peserta tidak hanya dibekali materi, tetapi juga diproyeksikan menjadi penggerak penguatan kualitas imam dan khatib di masjid masing-masing. Dengan skema ini, pelatihan diharapkan memiliki efek berantai, tidak berhenti pada ruang kelas.
Sejumlah tokoh dan praktisi dakwah Muhammadiyah dijadwalkan menjadi pemateri. Di antaranya Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Drs. H. M. Jamaludin Ahmad, S.Psi., Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah Dr. H. Asep Daud Kosasih, M.Ag., serta Lutfanudin, Lc., Imam Besar Masjid Raya Al Falah Sragen. Materi pelatihan mencakup penguatan ideologi dakwah Muhammadiyah, teknik khutbah yang mencerahkan, hingga praktik imam dan tahsin yang tepat.
Panitia menetapkan kuota peserta 200 orang, dengan alokasi khusus wilayah Banyumas sebanyak 100 peserta. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan tanpa pungutan biaya. Peserta diwajibkan mengikuti kegiatan hingga selesai dan menindaklanjuti hasil pelatihan di lingkungan masjid masing-masing.
Pelatihan ini akan dilaksanakan di Aula Syamsuhadi Irsyad, Gedung AR. Fachruddin lantai 10, Purwokerto, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui tautan https://bit.ly/Imam_Khatib_MT2026.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya menjadikan masjid bukan sekadar ruang ibadah, tetapi pusat kaderisasi dan pencerahan umat—dengan imam dan khatib yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

